
Surabaya – Polemik yang terjadi pada negara Rusia dan Ukraina sangat berpengaruh besar terhadap pasar komoditi di Indonesia. Tak terkecuali di Wilayah Jawa Timur.Bahkan harga komoditi meningkat hingga ada batasan barang ekspor di Negara lain
” Akibat krisis pada kedua negara ini mengakibatkan harga komoditi meningkat dan tekanan inflasi kita juga tinggi,” kata Budi Hanoto beberapa saat yang lalu.
Terlebih menurut Budi Hanoto, untuk menekan harga komoditi tersebut. Pihak BI melalui TPID provinsi Jawa Timur melakukan langkah – langkah.seperti 4K yakni,
1.Keterrjangkauan harga , artinya Bank Indonesia bersama pemerintah provinsi dan Bulog melakukan operasi pasar.
2.Kelancaran distribusi,harus tetap terjaga. Oleh karena itu, TPID dan Satgas pangan menjaga kelancaran,baik dari segi transport dan pergudangan dipastikan cukup terkendali di Kabupaten dan Kota.
3.Ketersidaan Pasokan yakni, melakukan langkah – langkah dari Bulog juga dari kementrian perdagangan yang siap untuk melakukan pasokan stok.
4.Komunikasi informasi yang efektif, artinya kalau ada spending konsumsi kendati pandemi masih turun, namun konsumsi naik di upayakan agar belanja sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai dengan keinginan.
Budi Hanoto menambahkan, untuk menekan kenaikan harga tersebut, Pihaknya terus gencarkan langkah 4 K di setiap wilayah Kabupaten dan Kota
” Pihak BI juga melakukan ronda inflasi di seluruh kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Untuk diketahui, saat ini Inflasi Jawa Timur secara Nasional menunjukan angka sebesar 10,44%, dan terbesar ke – tiga setelah DKI dan Jabar. Info/red

Berita Lainnya
Gathering Starlight Community Satukan Pecinta Dansa di Surabaya
Menabung Air Foundation Dorong Transisi Energi 100 GW yang Selaras dengan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kerajinan Bambu Banyuwangi Tembus Pasar Mancanegara, Gintangan Bamboo Attraction Kembali Digelar