6 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pemkab Kediri Jelang Nataru Keluarkan Imbauan Keamanan Wisata Antisipasi Cuaca Ekstrem

61 / 100 SEO Score

Monumen Simpang Lima

Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri mengeluarkan surat edaran resmi terkait imbauan keamanan dan antisipasi cuaca ekstrem di destinasi wisata.

Surat edaran tersebut diterbitkan dalam rangka menjelang perayaan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Sabtu (6/12/2025) lalu.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, yang lebih dulu mengingatkan seluruh daerah untuk bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode liburan.

“Kita ingin memastikan bahwa aktivitas wisata berjalan aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kondisi alam yang tidak menentu,” kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah, Mohamad Solikin Senin (8/12/2025).

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh pengelola usaha industri kepariwisataan di Kabupaten Kediri, mulai dari pengelola objek wisata, wahana rekreasi hingga pelaku usaha pendukung sektor pariwisata lainnya.

Dalam imbauannya, pemerintah menekankan agar pelaku usaha mematuhi standar keselamatan.

“Kami meminta semua pengelola untuk melaksanakan SOP, standar keselamatan kerja dan protokol CHSE (Clean, Health, Safety, Environment-red) dengan disiplin di setiap lokasi wisata,” jelasnya.

Pemerintah menilai bahwa peningkatan jumlah kunjungan pada momen liburan membuat faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Edaran juga menyoroti kewajiban pengawasan fasilitas dan wahana permainan. Pengelola diminta melakukan pemantauan ekstra terhadap wahana seperti bianglala, outbound, flying fox dan wahana lain yang berisiko tinggi.

“Harus dipastikan tersedia papan petunjuk bahaya di lokasi-lokasi yang rawan bencana atau rawan kecelakaan,” tegas Solikin.

Selain keselamatan wisatawan, Pemkab Kediri juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan wisata.

Dalam imbauannya, pengelola diminta tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon tanpa kontrol dan memperbanyak program penghijauan.

“Kami mengharap semua pihak menjaga lingkungan. Jangan sampai cuaca ekstrem diperburuk oleh kerusakan alam akibat aktivitas manusia,” tutupnya.

Antisipasi fisik juga disarankan melalui pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rawan patah serta memperkuat papan reklame atau baliho agar tidak roboh akibat angin kencang. Selain itu, pengelola diminta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, RS terdekat, PMI dan BPBD.

“Kami mengimbau agar mitigasi bencana dilakukan sejak dini. Keselamatan pengunjung adalah yang utama,” tegas Solikin.

Pengelola wisata juga diminta aktif memantau prakiraan cuaca dari BMKG, baik melalui website resmi, media sosial, aplikasi Info BMKG hingga call center 196.

Informasi cuaca tingkat kecamatan dinilai sangat penting untuk pengambilan keputusan dalam operasional wisata.

Tak hanya soal keamanan, Pemkab Kediri juga mendorong agar pengelola wisata menggandeng UMKM lokal.

Langkah tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah selama periode liburan.

“Kerja sama dengan UMKM harus diperkuat agar dampak ekonomi wisata dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Solikin menegaskan bahwa seluruh poin dalam surat edaran bukan sekadar formalitas, melainkan harus menjadi perhatian serius semua pelaku usaha wisata.

“Harapannya, libur Nataru tetap berjalan menyenangkan, namun keselamatan tetap yang utama,” tuturnya. info/red

61 / 100 SEO Score