
Surabaya, Pustakalewi.com – Sebentar lagi, umat Kristen akan memperingati kelahiran Tuhan Yesus yang di sebuah palungan di kota Betlehem. Ada banyak pemaknaan akan Natal tahun ini. Salah satunya adalah dari Pdt. Budi Utomo, gembala Gereja Bethel Indonesia Dian (GBI Dian).
Dalam wawancara singkat dengan Pustakalewi.com pada Sabtu (30/11/2024), hamba Tuhan yang melayani di gereja yang terletak di Jalan Karang Menjangan nomor 114 ini merasa dirinya meskipun sebagai seorang pendeta, dirinya merasa bagaikan palungan hina kandang binatang yang tidak ada apa-apanya.
“Natal sangat berarti karena Tuhan sang sumber kehidupan berkenan hadir di kehidupan pendeta yang penuh dengan dosa. Dalam peristiwa Natal ini, sangat penting dalam mengerti diri pendeta dan siapa Tuhan Yesus”, ujar pendeta yang mulai melayani di GBI Dian akhir tahun 1991 ini.
Pdt Budi Utomo mengambil cuplikan Lukas 1:37 (TB) “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Dalam ayat alkitab tersebut menyampaikan menurut manusia memang mustahil tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Itu sebuah pemicu semangat dalam menyambut Natal yang luar biasa. Karena pendeta sebagai hamba Allah yang penuh kemustahilan, tapi Tuhan datang merubah dari kemustahilan jadi tidak kemustahilan.
(Pramudya/Redaksi)

Berita Lainnya
YHS Leadership Conference 2026 Perkuat Kepemimpinan Berkarakter Kristus
Acala Ring Dharma Bhinneka Tunggal Ika, Tanpa Ragu di Jalan Dharma Bhinneka Tunggal Ika
GMS Kota Kupang Hadirkan Saat Teduh Bersama Ps Philip Mantofa