
Surabaya – Electrical Engineering dan Internet of Things (IoT) PCU (Petra Christian University) berkolaborasi dengan PT. Schneider Indonesia menggelar kegiatan bertajuk ‘Petra Industrial Automation: Seminar & Competition 2023’. Mulai tanggal 8-9 November 2023, di Amphitheater Gedung Q kampus PCU.
Julius Sentosa Setiadji, S.T., M.T., selaku dosen pendamping acara menyampaikan workshop dan lomba di bidang automasi industri ini sangat penting untuk dikuasai, apalagi di era revolusi Industri 4.0 seperti saat ini.
PLC atau Programmable Logic Controller merupakan salah satu controller industri yang paling populer digunakan.
PLC semacam ‘otak’nya sistem otomasi berbagai kegiatan yang ada di dunia industri. Terdapat teknologi otomatis untuk menggantikan pekerjaan yang bersifat presisi tinggi, high speed production atau tingkat kejenuhan yang tinggi.
“Akan ada memori yang diprogram khusus untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi spesifik seperti logika, timing, counting, dan lain-lain,” terangnya.
Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yaitu mahasiswa dan siswa SMK. Materi yang dilombakan dalam kategori mahasiswa yaitu PLC dan HMI (Human Machine Interface). Sementara untuk siswa SMK hanya lomba PLC saja.
Para peserta lomba juga dibekali dengan seminar Automasi sebelum acara lomba dimulai.
Setiap tim yang ada, beranggotakan dua orang. Tercatat ada 35 tim untuk kategori mahasiswa, dan tujuh tim untuk kategori SMK.
Mereka ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Madura, dan lain-lain.
Babak penyisihan (8/11/23) dimulai pukul 12.30 WIB bagi kategori mahasiswa, di mana mereka diberikan beberapa waktu untuk melakukan troubleshooting program.
“Dengan waktu tertentu, mereka diberi soal lalu diminta menemukan kesalahannya. Hanya dipilih 10 tim terbaik saja untuk melangkah ke babak selanjutnya,” tambah Julius.
Sementara itu, keesokan harinya (9/11/23) mulai pukul 08.30 WIB, dilakukan babak final untuk kategori mahasiswa dan lomba kategori SMK. Pada babak final di kategori mahasiswa, para peserta diminta untuk mengerjakan soal logika berupa pemrograman ladder dan design HMI melalui software.
Setelah selesai, peserta akan mempresentasikan hasil program serta menguji coba hasil program pada Demo Kit PLC dan HMI yang telah disediakan panitia dan juri.
Sedangkan pada kategori siswa SMK, hampir sama dengan lomba mahasiswa yang PLC. Bagi yang sudah selesai, maka mereka dapat menunjukkan hasil pekerjaannya kepada juri, lalu dicatatkan hasil dan sisa waktunya.
“Perlombaan ini menggunakan sistem poin. Tidak hanya menilai kecepatan kerjanya saja, tapi juga kebenaran jawaban dan logika,” tutup Julius. Info/red

Berita Lainnya
Telkomsel dan Telkomsat sebagai entitas TelkomGroup diapresiasi atas kontribusi nyata menjaga resiliensi jaringan nasional hingga wilayah 3T
Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
Pertamina dan Toyota Kembangkan Bioetanol 2G