10 June 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Partai Golkar Sidoarjo Konsolidasi, Targetkan Peningkatan Kursi di Tiap Dapil

53 / 100 SEO Score
9e756c67ea232f3711ffc123bc8304d0
Logo Partai Golkar

Sidoarjo – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo menggelar konsolidasi organisasi bersama jajaran pimpinan kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur partai sekaligus merumuskan strategi politik ke depan.

Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan setelah partai menyelesaikan penguatan modal organisasi di tingkat internal. Konsolidasi ini dinilai penting untuk menyamakan visi dan memperkuat pergerakan politik hingga ke tingkat akar rumput.

“Ini adalah konsolidasi organisasi dengan para pimpinan kecamatan. Kami sudah menyelesaikan konsolidasi modal organisasi, sehingga penting bagi kami untuk menyatukan langkah seluruh pimpinan kecamatan di masyarakat,” kata Adam Rusydi, Minggu (8/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Golkar juga memaparkan arah gerakan politik partai melalui tagline “Golkar Sejauh-Jauh Menembus Batas.” Menurut Adam, slogan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan semangat kerja partai untuk menghadapi berbagai keterbatasan yang ada.

“Bagi kami, ‘Golkar menembus batas’ bukan hanya slogan. Ini adalah inti bagaimana kami mampu menembus berbagai keterbatasan yang ada dengan menyiapkan strategi darat, laut, dan udara dalam kerja politik kami,” ujarnya.

Adam menjelaskan, Partai Golkar menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif di sejumlah daerah pemilihan (dapil) pada pemilu mendatang. Saat ini, partai berlambang pohon beringin tersebut telah memiliki kursi di beberapa dapil dan berupaya meningkatkan jumlahnya.

“Kami akan mencoba meningkatkan perolehan kursi. Harapan kami minimal dua kursi di masing-masing dapil, termasuk di dapil yang sebelumnya kehilangan kursi,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat, Golkar Sidoarjo juga mengoperasikan Rumah Aspirasi yang terbuka bagi warga. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari pendidikan, perumahan, hingga masalah pertanahan.

“Di Rumah Aspirasi itu kami menampung berbagai keluhan masyarakat, seperti pendidikan, serah terima perumahan, persoalan tanah hingga pembangunan desa. Jika tidak ada anggota dewan di tempat, staf langsung menghubungkan warga melalui video call dengan anggota DPRD,” terangnya.

Selain membahas penguatan organisasi, Adam juga menyinggung isu sosial terkait penggunaan media sosial oleh anak-anak. Ia menyatakan dukungannya terhadap wacana pembatasan penggunaan media sosial bagi anak demi melindungi mereka dari informasi yang belum sesuai usia.

“Anak adalah aset negara. Jangan sampai mereka mendapatkan informasi yang belum sesuai dengan usia mereka. Peran orang tua sangat penting karena 16 jam waktu anak lebih banyak bersama keluarga dibanding di sekolah,” katanya.

Terkait keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur daerah, Adam menilai pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri. Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat perlu diperkuat agar pembangunan dapat berjalan merata.

“Pemerintah kabupaten harus segera berkomunikasi dengan provinsi dan pusat untuk membagi tanggung jawab pembangunan. Masyarakat tidak ingin tahu kewenangan siapa, mereka hanya ingin jalan mulus dan pembangunan bisa dirasakan,” tegas Adam. info/red

53 / 100 SEO Score