24 February 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

OJK Mencatat Pertumbuhan Perbankan Jawa Timur Tetap Solid


59
/ 100


20231017 151038 1024x570 1

Surabaya – Kepala Otoriras Jasa Keuangan ( OJK ) Regional 4 Jatim, Giri Triboto menegaskan, bahwa Stabilitas Sektor Jasa Keuangan di Jawa Timur tetap terjaga.Hal tersebut tercermin pada rasio kecukupan modal yang terjaga diatas Threshold.

Ia pun menjelaskan, Per Agustus 2023, rasio kecukupan modal Bank Umum sebesar  27,34%, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebesar 41,53%, dan BPR Syariah (BPRS) sebesar 22,67%.

Tak hanya itu,kata Giri Triboto.seperti Likuiditas juga masih mencukupi untuk antisipasi kebutuhan Masyarakat,hal ini juga tercermin dari rasio Alat Likuid atau Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% dan Alat Likuid atau Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 146,41% serta Cash Ratio (CR) BPR sebesar 22,41% maupun CR BPRS sebesar 39,21%. Semua rasio tersebut masih jauh diatas threshold.

Giri Triboto mengungkapkan,Risiko kredit juga termitigasi dengan baik dengan pencadangan yang cukup sehingga rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross dan Net Perbankan pada Agustus 2023 masing-masing berada di level 3,72% dan 1,42%. Disisi lain, Non-Performing Financing (NPF) Gross dan Net Perusahaan Pembiayaan per Juli 2023 masing-masing berada di level 3,37% dan 1,02%.

Perkembangan Perbankan di Jawa Timur

Giri Triboto menjelaskan, selama tahun 2023, kondisi Perbankan di Jawa Timur masih menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari Total Aset, DPK dan Kredit tetap mencatatkan pertumbuhan. Kondisi tersebut didukung risiko kredit yang menurun dan terjaga rendah serta diimbangi dengan tingkat profitabilitas yang tinggi.

” Kecukupan likuiditas juga masih memadai dan diyakini mampu mendukung ekspansi kredit serta didukung tingkat permodalan yang masih terjaga tinggi,” terangnya pada Media Gathering dan Sharing Knowledge OJK Regional 4 Jatim Bersama Awak Media Surabaya, Selasa ( 17/10/2023 ) di Swis Bel Hotel, Solo.

Pihaknya juga membeberkan, Total Aset Perbankan pada Agustus 2023 tumbuh sebesar 5,76% secara  year-on-year,hal tersebut juga didorong adanya  pertumbuhan Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah yang tumbuh sebesar 18,11% secara year-on-year.

Sementara itu, imbuh Giri Triboto,  Bank Umum yang termasuk dalam Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 4 merupakan kontributor Aset terbesar dengan porsi mencapai 52,93%.

Ia menuturkan, DPK Perbankan juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,28% pada Agustus 2023 dengan komponen terbesar yakni Tabungan, kemudian Deposito dan Giro sehingga rasio Current Account Saving Account (CASA) pada bulan Agustus 2023 mencapai 62,27%.

” Rasio CASA yang relatif tinggi menandakan bahwa biaya dana yang digunakan untuk penyaluran kredit tergolong relatif murah sehingga dapat mendukung rentabilitas Perbankan,” ujar Giri Triboto.

Sedangkan Kredit Perbankan di Jawa Timur, ungkap Giri, hingga Agustus 2023 mencapai Rp554,3 Triliun atau tumbuh 6,35% year-on-year.Bahkan secara umum,lanjut Giri.Mayoritas Kredit Perbankan Jawa Timur disalurkan kepada usaha-usaha produktif yang ditopang oleh Kredit Modal Kerja (KMK) dengan kontribusi sebesar 53,82% dari total Kredit Perbankan. Dari segi golongan Debitur, 39,21% kredit disalurkan kepada UMKM.

Ia juga membeberkan, Kredit Perbankan juga turut mendukung perekonomian Jawa Timur, dimana Kredit Rumah Tangga menopang PDRB dari sisi Pengeluaran (Konsumsi), sedangkan dari sisi PDRB Lapangan Usaha, 3 besar sektor ekonomi Kredit disalurkan pada Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Pertanian, Perburuan, dan Kehutanan. Sektor penyaluran kredit Perbankan ini sejalan dengan struktur perekonomian Jawa Timur.

Perkembangan Pasar Modal di Jawa Timur

Di tengah meningkatnya volatilitas di pasar keuangan akibat sentimen negatif global, kinerja Pasar Modal di Jawa Timur tetap resilien, tercermin dari SID (Single Investor Identification/Nomor Tunggal Identitas Pemodal) Total  per Agustus 2023 tumbuh sebesar 20,48% year-on-year mencapai 1,52 juta SID dan Kepemilikan Saham tumbuh 5,24% year-on-year.

Kinerja Securities Crowdfunding (SCF) dari Triwulan-I 2023 ke Triwulan-II 2023 (quarter-to-quarter) juga masih menunjukkan pertumbuhan. Sampai dengan Triwulan-II 2023 terdapat 24 Penerbit SCF di Jawa Timur dengan dana terhimpun meliputi Saham senilai Rp26,20 M dan Sukuk senilai Rp8,47 M dengan jumlah investor yang semakin meningkat dari 7.492 investor menjadi 7.931 investor.

Perkembangan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Jawa Timur

Secara umum, kinerja IKNB di Jawa Timur masih menunjukkan pertumbuhan kecuali pada Perusahaan Modal Ventura akibat menurunnya pendanaan pada sektor Aktivitas Keuangan dan Asuransi serta sektor Rumah Tangga.

Perusahaan Pembiayaan sebagai penyalur pembiayaan terbesar di IKNB menunjukkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 10,07% year-on-year dengan risiko pembiayaan Non-Performing Financing (NPF) Gross pada bulan Juli 2023 terkendali pada 3,37% dan NPF Net sebesar 1,02%.

Sementara itu,kata Giri, Perusahaan Penjaminan juga menunjukkan pertumbuhan yang ditopang oleh penjaminan Usaha Non-Produktif yang pada bulan Juli 2023 meningkat sebesar 21,63% year-on-year.

Pembiayaan Fintech P2P Lending dan investasi Dana Pensiun juga masih mencatatkan pertumbuhan, masing-masing sebesar 19,48% dan 13,77% year-on-year per Juli 2023. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan LKM Syariah (LKMS) juga tetap tumbuh dengan pertumbuhan sebesar 22,65% per April 2023.

Perkembangan Restrukurisasi Kredit 

Mencermati kondisi scarring effect pandemi Covid-19 yang masih tersisa di beberapa sektor ekonomi yang memerlukan waktu lebih panjang untuk pemulihan pasca berakhirnya stimulus perekonomian Nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran Covid-19 serta menjaga ketahanan industri perbankan, OJK mengambil kebijakan secara targeted yang mendukung segmen, Sektor, dan Industri yang memerlukan periode Restrukturisasi Kredit atau pembiayaan tambahan selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024 secara terintegrasi dan berlaku bagi Perbankan dan Perusahaan Pembiayaan. Fokus Restrukturisasi meliputi:

Segmen UMKM yang mencakup seluruh sektor, Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum, dan beberapa industri yang menyediakan lapangan kerja besar yakni, Industri Tekstil dan produk tekstil (TPT) serta Industri alas Kaki.

Dikatakan Giri, total Baki Debet Restrukturisasi Kredit Perbankan di Jawa Timur menurun -61,28% dari Rp 70,1 T di Desember 2021 menjadi Rp27,1 T pada Agustus 2023. Baki Debet Restrukturisasi Targeted pada Agustus’23 mencakup 57,12% dari total Baki Debet Restrukturisasi Perbankan atau senilai Rp15,5 Triliun.

Bahkan jumlah Debitur Restrukturisasi Kredit Perbankan di Jawa Timur juga menurun menurun -68,60% dari 468,6 ribu di Desember 2021 menjadi 147,2 ribu pada Agustus 2023. Debitur Restrukturisasi Targeted pada Agustus’23 mencakup 85,95% dari total Debitur Restrukturisasi Perbankan atau sejumlah 126,5 ribu Debitur.

” Per Agustus 2023, CKPN/Kredit Bank Umum di Jawa Timur mencapai 5,31% sedangkan PPAP/Kredit BPR/S mencapai 3,58%, artinya pencadangan atas risiko kredit Perbankan di Jawa Timur sangat mencukupi dan menunjukkan resiliensi perbankan atas potensi-potensi risiko perkreditan,” ungkapnya.info/red


59
/ 100


Verified by MonsterInsights