
Surabaya – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Timur resmi digelar di Hotel Shangri-La Surabaya pada Sabtu (10/5/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan dihadiri pengurus serta kader dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Musda digelar untuk memilih Ketua DPD Golkar Jawa Timur menggantikan Sarmuji, yang kini telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar.
Dalam sambutannya, Bahlil menilai kinerja DPD Golkar Jatim di bawah kepemimpinan Sarmuji selama lima tahun terakhir sangat solid dan berhasil. Ia menyebut peningkatan kursi Partai Golkar dalam Pileg, Pilpres, dan Pilgub sebagai bukti nyata keberhasilan tersebut.
“DPD Golkar Jatim di bawah Pak Sarmuji menunjukkan hasil luar biasa. Kursi DPR RI, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota bertambah signifikan. Bahkan DPD-DPD tingkat dua juga sangat kompak,” ujar Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa Musda kali ini menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi menyeluruh, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Ia juga menyoroti pentingnya kaderisasi yang terbuka untuk siapa saja, termasuk generasi muda dari berbagai latar belakang.
“Golkar tidak membedakan asal-usul. Dari kampung pun bisa jadi tokoh nasional. Inilah saatnya anak muda masuk dan berkiprah,” tegasnya.
Terkait proses pemilihan Ketua DPD Golkar Jatim yang berlangsung dalam Musda XI, Ketua Steering Committee (SC) Hery Sugihono mengungkapkan bahwa hanya ada satu bakal calon yang resmi mendaftar hingga penutupan pendaftaran pada Jumat malam (9/5/2025), yaitu Anggota DPR RI Dapil Jatim VII, Ali Mufthi.
“Benar, hanya satu bakal calon yang mendaftar. Hampir pasti aklamasi untuk Ali Mufthi,” kata Hery.
Dengan hanya satu calon yang mendaftar, besar kemungkinan pemilihan Ketua DPD Golkar Jatim periode 2025–2030 akan berlangsung secara aklamasi, menjadikan Ali Mufthi sebagai penerus Sarmuji dalam memimpin partai beringin di Jawa Timur. info/red

Berita Lainnya
Said Abdullah Dorong Perbaikan Tata Kelola MBG agar Target Gizi Nasional Tercapai
PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Beri Pendampingan Pasien Ambiguous Genitalia ke RSKK
Bupati Kediri Mas Dhito larang Penggunaan “Sound Horeg” Saat Sahur Keliling