
Kediri – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menunjukkan kepedulian sosialnya dengan memberikan pendampingan kemanusiaan kepada pasien dengan kondisi ambiguous genitalia. Pendampingan ini diberikan kepada Anang Soetomo (25), warga Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Anang diketahui terlahir dengan kondisi kelamin ganda atau dalam istilah medis disebut ambiguous genitalia (hipospadia). Kondisi ini merupakan kelainan perkembangan organ reproduksi, di mana alat kelamin tidak berkembang secara jelas sebagai laki-laki atau perempuan. Kasus seperti ini membutuhkan pemeriksaan medis komprehensif, termasuk evaluasi hormonal, genetik, hingga psikologis.
Diberangkatkan ke RSKK dengan Ambulans Partai
Anang diantar menggunakan ambulans milik DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menuju Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kediri (RSKK) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Turut mendampingi dalam proses tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto.
Sebelumnya, Anang yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani memberanikan diri meminta bantuan terkait kondisi kesehatannya. Permintaan itu langsung direspons oleh Dodi Purwanto yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri.
Menurut Dodi, langkah pendampingan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito.
“Setelah dilaporkan kepada Mas Dhito selaku Ketua DPC PDI Perjuangan, beliau memberikan arahan agar segera koordinasi dengan RSKK supaya yang bersangkutan bisa mendapatkan tindakan medis. Tujuannya agar ada kepastian gender, kesehatan, sekaligus pemulihan psikologis secara menyeluruh,” ujar Dodi, Rabu 25 Februari 2026.
Sudah Dua Kali Operasi, Belum Tuntas
Anang sebenarnya pernah menjalani operasi pada 2016 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan kembali menjalani tindakan medis pada 2021 di RSKK. Namun, hasilnya belum sepenuhnya optimal. Hingga kini ia masih mengalami keluhan berupa kebocoran pada saluran kemih.
Kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga tekanan batin. Ketidakpastian identitas gender kerap memunculkan kebimbangan dan beban psikologis yang tidak ringan.
Dalam dunia medis, penanganan ambiguous genitalia memang tidak sederhana. Selain tindakan bedah, pasien juga membutuhkan pendampingan psikologis serta pertimbangan matang sebelum penetapan gender dilakukan. Proses ini biasanya melibatkan tim multidisiplin, mulai dari dokter urologi, endokrinologi, hingga psikiater.
Anang berharap operasi lanjutan bisa segera dilakukan agar kondisinya tuntas. Namun keterbatasan biaya menjadi kendala utama.
Langkah DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri ini menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian. Harapannya, pendampingan ini bisa membantu Anang mendapatkan kepastian medis dan kualitas hidup yang lebih baik ke depan. info/red

Berita Lainnya
Ratusan ASN Kabupaten Kediri Gelar Kerja Bakti Masal, Bupati Dhito: Wujud Kepedulian Pemerintah Peduli Kebersihan Lingkungan
PDI Perjuangan Surabaya Kawal Proses PAW, Tunggu Persetujuan Gubernur
Bupati Ipuk Apresiasi Peran Masyarakat Jaga Tradisi, Jadi Kunci Pariwisata Banyuwangi