
Surabaya, Pustakalewi.Net – Keputusan Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dalam menggunakan sebuah hotel berbintang lima di Bandung sebagai tempat pelaksanaan Konven Pendeta dan Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB 2016 mendapat kritisi dari masyarakat online (netizen) yang menamakan dirinya sebagai Forum Reformasi GPIB.
Dalam agenda resmi seperti yang diumumkan lewat situs resmi Majelis Sinode GPIB, Konven Pendeta akan dilaksanakan pada 15-17 Februari 2016, sedangkan PST pada 17-20 Februari 2016 dengan GPIB Bethel Bandung sebagai panitia lokal. Kedua agenda ini sama-sama dilaksanakan di The Papandayan Hotel yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Bandung.
Melalui situs change.org, Forum reformasi GPIB sejak enam hari lalu (12/01) melayangkan sebuah petisi online yang berisi ajakan kepada seluruh warga jemaat, Pendeta, Penatua, dan Diaken GPIB untuk menolak pelaksanaan agenda tersebut yang dikatakan sangat mewah dan menghambur-hamburkan uang mengingat hotel yang dipakai, Hotel The Papandayan, adalah hotel berbintang lima. Lagipula GPIB juga sudah memiliki fasilitas yang dianggap layak, yaitu Griya Sekesalam Bandung.
Berdasarkan penelusuran Pustakalewi.Net di beberapa situs traveling didapat data bahwa harga rata-rata permalam untuk kamar standar di The Papandayan Hotel berkisar di angka Rp 1.500.000,-. Keberadaan lokasi hotel yang strategis dan dekat dengan berbagai pusat hiburan dan wisata banyak disebut sebagai nilai tambah hotel dengan 172 kamar ini.
Lebih lanjut, dalam petisi yang sampai Senin pagi (18/01) sudah ditandatangani oleh 98 orang ini, menilai pelaksanaan Konven Pendeta dan PST di hotel mewah tidak sesuai dengan ajakan Natal Ketua Majelis Sinode GPIB, Pdt Paulus Kariso Rumambi, yang menyerukan semangat tidak bermewah-mewah dan hidup sederhana.
Beberapa komentar pendukung petisi tersebut juga mengamini hal ini. Seorang pendukung petisi bernama Frits Henry Simanjuntak berkomentar “ Saya sangat setuju Konven Pendeta ditiadakan dan PST dilaksanakan ditempat yg sederhana, lebih baik dana penyelenggaraan digunakan untuk menyokong pos pelkes dan warga jemaat yg membutuhkan dukungan.”
Sedangkan komentar lain datang dari pendukung petisi bernama Royke Turang, “Sudah saatnya GPIB mulai bicara dan mengejawantahkan tentang Kesederhanaan.” [SAV]

Berita Lainnya
UKKKP UNESA Undang UK3 Untag dalam Unesa Cup 2026
Makan Gratis wujud Kasih Sesama Diakonia Gereja YHS Malang
Onta, Kelinci dan Babi: Sama-Sama Dilarang, Kenapa Babi Saja yang Diserang?