
Apa yang pertama kali anda pikirkan saat mendengar kata pariwisata Indonesia ? Pastinya yang terbayang adalah keindahan alam, pantai, hutan, gunung dan masih banyak lagi. Alam Indonesia menyimpan banyak kekayaan yang belum di maksimalkan potensinya. Salah satu destinasi pariwisata dengan potensi besar alamnya adalah gunung di Indonesia yang jumlah nya sekitar 400 sampai 500 gunung yang diantara ada gunung yang masih aktif. Salah satu gunung di Indonesia yang terletak di jawa timur yang tidak hanya memiliki keindahan alam tetapi juga memiliki banyak sekali situs situs sejarah dari masa lalu peninggalan majapahit. Destinasi pariwisata gunung penanggungan memiliki cukup banyak daya tari, tetapi dengan banyak daya tarik yang ditawarkan masih ada kurangnya. Kekurangannya adalah bagaimana kurang memaksimalkan strategi komunikasi pariwisata untuk mempromosikan destinasi yang dimana di era digital saat ini, komunikasi sangat terbantu dan cepat.
Jadi apa itu komunikasi pariwisata terlebih dahulu? Komunikasi pariwisata adalah proses penyampaian informai pesan yang bertujuan untuk membuat menarik dan citra positif destinasi pariwisata kepada calon wisatawan yang akan datang. Gunung Penanggungan masih belum memiliki branding yang kuat bahwa Gunung Penanggungan itu mau dikenal sebagai gunung yang seperti apa. Sebagai gunung pendakian ? sebagai wisata spiritual ? atau sebagai wisata sejarah? Belum ada branding yang kuat Gunung Penanggungan sebagai gunung yang seperti apa karena masih bias. Komunikasi yang mau disampaikan ke publik belum konsisten, karena branding yang belum kuat. Jika branding hanya sebagai Lokasi pendakian maka apa yang membuat Penanggungan menjadi berbeda. Karena pembeda adalah yang akan membuat potensi dari penanggungan itu sendiri menajdi uni daripada gunung gunung lainnya d Indonesia. Ada Bromo, Semeru, dan Rinjani yang merupakan gunung gunung yang menawarkan yang keindahan alamnya, tetapi penanggungan punya pembeda yaitu gunung yang memilliki situs candi dan purbakala terbanyak di indonesia. Yang tercatat di Penanggungan ada 198 situs arkeologis yang bisa digunakan sebagai branding kuat dalam mempromosikannya. Jadi jika potensi tersebut bisa dikemas dengan cara story telling dari sisi spiritual dan sisi sejarahnya maka akan tercipta daya tarik yang sangat unik dari gunung gunung lainnya yang ada di indonesia.
Tetapi jika tidak dikolaborasikan dengan teknologi digital sekarang maka potensi tersebut tidak akan jauh dari kata maksimal karena dengan adanya teknologi digital, penyebaran informasi jauh lebih cepat. Contoh melalui platform tiktok, ada algoritma yang bisa digunakan untuk membuat konten yang membranding keunikan penanggungan. Kemudian juga informasi detail mengenai Gunung Penanggunagan yang belum dimaksikmalkan seperti lokasi situs dan fasilitas yang belum memadai. Ada jalur pendakian yaitu Genting yaitu jalur pendakian baru di gunung penanggungan yang baru dibuka pada tahun 2024. Jalur tersebut menawarkan jalur pendakian yang lebih panjang dan lebih banyak situs candi yang dilewati, dan hebatnya pengelola jalur Genting ini memberikan fasilitas HT sebagai alat untuk berkomunikasi jika ada hal mendesak terjadi. Keterlibatan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dari masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk bisa membangun citra yang positif, dimulai dari sampah yang berserakan di pos ataupun jalur pendakian.
Jadi strategi komunikasi pariwisata pada destinasi wisata Gunung Penanggungan sangat dibutuhkan untuk membranding kuat Penanggungan yang disesuaikan dengan potensi dari situs situ sejarah yang masih banyak di sana. Penggunaan teknologi digital untuk memaksimalkan promosi branding dan tidak lupa juga keterlibatan Pokdarwis dari manyarakat lokal atau setempat yang di edukasi tentang penggunaan teknologi komunikasi digital. Jika potensi branding kuat, penggunaan teknologi komunikasi digital seperti platform media sosial instagram atau tiktok, ikutnya keterlibatan pokdarwis setempat maka jika semua di kolaborasikan akan menjadi senjata yang kuat untuk menyampaikan informasi tentang destinasi wisata yang unik. Dengan mengangkat nilai spiritual dan sejarah yang ada di Gunung Penanggungan dengan mengkomunikasikan melalui platform digital akan menciptakan kenyamanan pada wisatawan yang datang mendaki, contohnya dengan wisatawan mengetahui ada nilai sakral maka masyarakat lebih enggan membuang sampah, merusak situs. Dengan begitu calon wisatawan selanjutnya akan merasa lebih nyaman. Dan Gunung Penanggungan bisa menjadi destinasi yang bisa bersaing dengan destinasi lainnnya dengan kenunikan yang berbeda dari gunung gunung lainnya dan industri pariwisata semakin berkembang dengan bisa dimulai dari penanggungan sebagai contoh yang bisa di implementasikan ke destinasi destinasi wisata lainnya di Indonesia . Maka dari strategi komunikasi pariwisata dibutuhkan dalam penyampaian informasi pesan ke publik.
Penulis : Andrew Sugiri
Dosen Pengampu : Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.

Berita Lainnya
Kontribusi Komunikasi Pariwisata Dalam Membangun Citra Destinasi Wisata Lokal pada Kampung Heritage Kajoetangan Malang
Strategi Komunikasi sebagai Kunci Pengembangan Pariwisata Indonesia
Komunikasi Pariwisata menjadi Kunci Sukses Meningkatkan Daya Tarik Wisata Indonesia di Era Digital