23 May 2024

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mendadak Literasi Finansial

Kehidupan Abad ke-21 telah memasuki era globalisasi dan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan menjadi tuntutan zaman. Abad 21 dikenal sebagai masa industrial (industrial age) dan masa pengetahuan (knowledge age) agar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui literasi dasar. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Literasi Finansial masih menjadi isu utama dalam beberapa tahun terakhir di seluruh dunia. Kemampuan untuk mengelola keuangan menjadi hal yang sangat penting dewasa ini Pengetahuan keuangan yang semakin berkembang seiring kebutuhan manusia yang semakin kompleks.  Literasi finansial atau literasi keuangan merupakan salah satu literasi dasar yang harus dimiliki setiap orang. Alasan literasi finansial harus dimiliki dikarenakan usaha seseorang dalam meningkatkan kesejahteraan hidup melalui seperangkat pengetahuan dan keterampilan mengelola sumber daya keuangan secara efektif untuk meminimalisasi, mencari solusi, dan membuat keputusan yang tepat dalam masalah keuangan.

Literasi finansial adalah kemampuan dalam memahami dan mempraktikkan berbagai aspek keuangan. Apabila seseorang mampu mengelola keuangan dengan baik dan menangani berbagai masalah keuangan maka orang tersebut memiliki tingkat literasi yang tinggi. Sehingga literasi finansial penting dibentuk bagi setiap orang demi masa depan mereka. Literasi finansial menjadi sebuah kebutuhan baik negara maju maupun berkembang. Keinginan untuk mempelajari literasi finansial individu mengalami peningkatan disebabkan adanya krisis keuangan dunia yang beresiko pada seluruh orang. Tentang literasi finansial di pendidikan dasar, saya percaya bahwa memberikan pemahaman tentang keuangan sejak dini sangat penting. Pendidikan finansial tidak hanya mempersiapkan siswa untuk mengelola uang mereka sendiri di masa depan, tetapi juga membantu mereka memahami nilai uang, mengembangkan kebiasaan tabungan, dan membuat keputusan keuangan yang bijak.

Pentingnya literasi finansial dalam pendidikan dasar terletak pada pemberdayaan individu. Literasi finansial memberikan siswa pemahaman yang kokoh tentang dasar-dasar pengelolaan uang, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas. Dengan pemahaman ini, siswa menjadi lebih percaya diri dan mandiri dalam mengelola keuangan mereka sejak dini. Selain itu, literasi finansial juga berperan dalam pencegahan utang berlebih di masa depan. Siswa yang memahami konsep bunga, risiko utang, dan dampak jangka panjang dari keputusan keuangan dapat lebih baik mengelola keuangan mereka tanpa terperangkap dalam utang yang berat. Literasi finansial juga merupakan bagian integral dari pendidikan pra-kerja, membekali siswa dengan pengetahuan untuk masuk ke dunia kerja dan mengelola pendapatan mereka dengan bijak.

Konsep tabungan dan investasi, yang mungkin terdengar rumit, menjadi lebih dapat dimengerti melalui literasi finansial yang baik. Ini membantu siswa merencanakan masa depan keuangan mereka dengan lebih baik, memahami manfaat jangka panjang dari tabungan dan investasi. Selain itu, literasi finansial juga memberikan pengenalan awal terhadap dunia bisnis, memungkinkan siswa untuk memahami konsep pendapatan, biaya, dan laba melalui kegiatan pembelajaran. Pengajaran konsep anggaran sejak dini juga merupakan aspek penting dari literasi finansial, membantu siswa memahami pentingnya mengelola uang dengan bijak dan mengurangi ketidakstabilan keuangan di masa depan. Dengan demikian, literasi finansial dalam pendidikan dasar tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberdayakan siswa untuk mengambil kontrol atas keuangan mereka dan merencanakan masa depan secara lebih baik.

Di Sekolah dasar saat ini khususnya di SDN Ketegan 1 Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo sudah ada program literasi finansial yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo yaitu Cha Ching Curriculum yang diterapkan di kelas tiga. Cha-ching adalah program yang mengenalkan dan mengajarkan pengelolaan keuangan bagi anak-anak berumur 7-12 tahun untuk dapat paham literasi finansial. Dikemas menarik melalui pembelajaran yang menyenangkan dengan video musik, anak-anak diajak untuk melihat bagaimana Cha-Ching, sebuah grup musik menjalani kegiatannya sehari-hari. Mulai dari berbelanja untuk grup, mengatur perjalanan roadshow, membantu sesama, mencari uang sampai berinvestasi. Dalam Cha Ching Curriculum siswa secara langsung diajarkan untuk Earn (mendapatkan), Save (menabung), Spend (belanja), dan Donate (donasi) sehingga pembelajaran literasi finansial dapat lebih bermakna. Dengan adanya Cha Ching Curriculum literasi finansial pada siswa sekolah dasar dapat meningkat.

Namun, perlu dicatat bahwa pendidikan finansial tidak hanya tanggung jawab sekolah. Orang tua juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan keuangan anak-anak mereka. Idealnya, pendidikan finansial harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan dasar untuk memastikan bahwa setiap generasi muda memiliki dasar pengetahuan yang solid tentang cara mengelola uang dengan bijak.

Oleh : Evy Marita Yuliwinarti, S.Pd.SD., Praktisi pendidikan (Guru) Sekolah Dasar sekaligus Mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Dasar pada Universitas Negeri Surabaya dan Dr. Agus Suprijono, M.Si. Dosen Program Studi Magister Pendidikan Dasar pada Universitas Negeri Surabaya