
Kotawaringin – Dalam memberikan sumbangsih kepada kota dan masyarakat, GMS Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan “Mawar Sharon Peduli Guru Kristen”, Sabtu (3/5/2025).
Kegiatan ini melibatkan jemaat dan juga beberapa instansi seperti klinik kesehatan, apotek dan juga minimart. Kegiatan MSP (Mawar Sharon Peduli) peduli guru Kristen yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini adalah sebuah bentuk apresiasi dan dukungan untuk guru-guru di Kotawaringin barat.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat, H. Taufiq Alamsyah, S.Ag.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat, H. Taufiq Alamsyah, S.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya percepatan pengangkatan bagi 29.000 tenaga pengajar agama Kristen di Indonesia. Ia juga mendorong peningkatan jumlah dosen yang bersertifikasi guna menjamin kualitas pendidikan agama yang mumpuni dan profesional.
Lebih lanjut, H. Taufiq menyampaikan bahwa setiap program dari masing-masing agama hendaknya selalu mengedepankan nilai-nilai dialog antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama mendukung penuh jalannya program moderasi beragama sebagai upaya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat majemuk.
“Kami menghimbau agar umat beragama mendidik umatnya masing-masing dengan semangat toleransi, saling merangkul antar sesama umat, serta menjalin harmoni dengan pemeluk agama lainnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan besar agar terbentuknya Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen yang hingga kini, sejak 2021, belum terealisasi. Ia memohon dukungan dari seluruh umat agar proses ini dapat segera diwujudkan.
Mengakhiri sambutannya, H. Taufiq memberikan apresiasi kepada Gereja Mawar Sharon (GMS) dan program Mawar Sharon Peduli (MSP) atas kepedulian mereka terhadap tenaga pendidik Kristen. “Semoga GMS dan MSP terus menjadi pelopor kebaikan dan penghargaan sebesar-besarnya layak diberikan kepada para tenaga pengajar Kristen yang telah mendedikasikan dirinya bagi pendidikan dan kemanusiaan,” tutupnya.
Setelah sambutan dari Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat, acara dilanjutkan dengan ibadah yang membekali para pendidik Kristen untuk terus berpegang pada panggilannya sebagai seorang guru. Seorang guru mempunyai tugas mulia dan tanggung jawab sebagai rekan sekerja Allah dalam mendidik generasi bangsa menjadi generasi yang takut akan Allah dan memberkati kota dan bangsanya. Tak lupa sebuah pertunjukan tarian dipentaskan oleh komisi anak dan remaja (Eagle Kidz dan Army of God) bagi bapak dan ibu guru yang hadir.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para guru hadir. Banyak peserta sangat terberkati dan mendukung acara MSP ini untuk terus diadakan di Kotawaringin Barat. Info/red

Berita Lainnya
Onta, Kelinci dan Babi: Sama-Sama Dilarang, Kenapa Babi Saja yang Diserang?
FINNA ART 2026 Angkat Tema ‘Satu Meja, Sejuta Cerita, Bersama Finna Food’ dengan Hadiah Puluhan Juta Rupiah
Bukan Aib, Melainkan Mahakarya: Persekutuan Pewaris GKJW Rungkut Teguhkan Harga Diri Disabilitas