
Surabaya – Tahun ini memasuki Tahun Naga, menurut perhitungan Imlek. Sebagian Investor saat ini bersiap-siap menyusun portofolio Investasi untuk mengalokasikan dana jangka panjang demi kebutuhan masa depan.
Menurut Corporate Secretary BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, bahwa seperti yang dipelajari dalam teori Investasi, semakin banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dalam jangka panjang, semakin besar nilai uang yang harus dipersiapkan karena ada faktor Inflasi setiap tahun.
Namun, kata Primadi Nurahmad, sebelum memulai investasi, terlebih dahulu harus memahami tujuan dari Investasi yang dilakukan.
Pasalnya setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda- beda sekaligus akan menentukan jenis-jenis investasi yang akan dipilih.
“Secara umum, ada tiga tujuan utama dalam berinvestasi, yakni mendapatkan Keamanan Dana yang kita Investasikan dalam jangka panjang, mendapatkan hasil Investasi, dan memperoleh keuntungan dari Modal yang ditanamkan,” kata Primadi pada waktu lalu.
Dia menegaskan,tidak ada Investor yang mau mengalami kerugian, sehingga faktor Keamanan menjadi sangat penting dalam memilih jenis Investasi.
Oleh karena itu,lanjut primadi.Jangan sampai terjebak pada Investasi bodong yang menawarkan iming-iming hasil Investasi atau Return yang tinggi.
Selain itu, imbuhnya, perlu mempelajari pengelola Investasi atau pihak yang menawarkan Investasi.
Bahkan ada baiknya berinvestasi pada Instrumen Pasar Modal yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Primadi menyebutkan, ada banyak Oroduk Investasi di Pasar Modal, mulai dari produk yang memiliki risiko investasi paling rendah hingga risiko yang paling tinggi.
Beberapa produk investasi tersebut terdiri dari, Surat Utang Negara, Reksa Dana, Saham, dan Produk – Produk Derivatif.
Berbagai produk pasar modal tersebut diperdagangkan secara transparan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui perusahaan efek dan manajer investasi yang diawasi OJK.
Dia mengungkapkan, besaran hasil Investasi yang diharapkan turut menentukan pilihan Investasi.
Biasanya hasil investasi ini berkaitan dengan jangka waktu investasi yang diharapkan. Ibarat menanam jagung yang hanya butuh waktu 3 bulan untuk bisa dipanen dibandingkan dengan menanam kelapa sawit yang membutuhkan waktu 5 tahun untuk menikmati hasil panen buahnya.
Jika dibandingkan, maka hasil panen kelapa sawit tentu jauh lebih besar dibandingkan hasil panen jagung jika ditanam di luas area yang sama. Info/red

Berita Lainnya
Mas Dhito Akan Kembangkan Kawasan Budidaya Ayam Petelur di Kabupaten Kediri
Pasar Keuangan Terjaga Stabil, OJK Pastikan Ekonomi Nasional Cukup Baik
Penjualan Tepung Terigu PT Bogasari Catat Kenaikan, UMKM Mendominasi Permintaan