17 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mahasiswa UB Ubah Limbah Sawit Jadi Energi di ajang CHEVERSE 2026

61 / 100 SEO Score

Anom Harya shutterstock Univ Brawijaya 750x474 1

Mahasiswa UB Ubah Limbah Sawit Jadi Energi di ajang CHEVERSE 2026

Malang – Mahasiswa Departemen Teknik Kimia menunjukkan kreativitasnya dalam inovasi energi terbarukan. Tim Perwira Agak Laen sukses menembus babak Grand Final dalam ajang bergengsi Chemical Engineering Universe (CHEVERSE) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina pada (14/2/2026).

Dalam kompetisi tersebut, Tim Perwira Agak Laen yang beranggotakan Ahmad Hisyam Shidqi (Teknik Kimia 2022) dan Kevin Ainal Rizki Fadillah (Teknik Kimia 2022) berhasil meraih juara 3. Kedua kandidat harus bersaing ketat dengan tim-tim tangguh dari universitas Top 3 Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di bawah bimbingan Ir. Diah Agustina Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D, tim ini membawa karya ilmiah yang sangat relevan dengan isu transisi energi nasional. Inovasi Limbah Sawit untuk Mandatori E10 dengan karya berjudul “Pemanfaatan Limbah TKKS Menjadi Bioetanol: Evaluasi Metode Simultaneus Sacharification and Fermentation (SSF) dalam Skala Pabrik Sebagai Penunjang Keberlanjutan dan Pengoptimalan Sumber Energi”. Inovasi ini memfokuskan pada simulasi industri untuk mendukung program mandatori E10 di Indonesia melalui optimasi penggunaan Aspen Plus V14. Tim mengevaluasi perbandingan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF) dari aspek yield, ekonomi, dan energi.

“Kami berupaya mencari metode yang paling optimal secara teknis dan ekonomis agar pemanfaatan limbah sawit menjadi bioetanol dapat diimplementasikan secara nyata di industri,” kata Kevin.

Inovasi yang diusung oleh Hisyam dan Kevin ini merupakan langkah nyata dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dunia (SDG’s) diantaranya SDG 7 Melalui optimalisasi bioetanol dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai alternatif bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan, SDG 9 dengan Pemanfaatan teknologi simulasi Aspen Plus V14 mencerminkan inovasi industri dalam menciptakan proses manufaktur yang lebih efisien dan modern, SDG 12 dengan menerapkan prinsip circular economy dengan mengubah limbah biomassa sawit yang melimpah menjadi produk bernilai tambah tinggi dan SDG 13 yang mendukung program E10 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi Indonesia.

Keberhasilan menembus babak final di CHEVERSE 2026 ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Kimia UB mampu bersaing dalam riset teknologi tepat guna , sekaligus memberikan solusi konkret bagi masa depan energi berkelanjutan di Indonesia. Info/red/dnd

61 / 100 SEO Score