8 December 2025

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

KPK Telusuri Dugaan Penyimpangan Proyek Kereta Cepat Whooz

60 / 100 SEO Score

kereta cepat

Surabaya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah melakukan penyelidikan terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Proses penyelidikan ini telah berjalan sejak awal 2025 dan kini terus berkembang dengan pengumpulan berbagai data dan keterangan terkait dugaan penyimpangan dalam proyek strategis nasional tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyelidik masih melakukan penelusuran intensif terhadap berbagai sumber informasi. “Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal 2025. Jadi memang ini masih terus dalam proses penyelidikan,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Senin (27/10/2025).

Menurut Budi, pengumpulan keterangan dan dokumen terus dilakukan untuk memastikan setiap data yang relevan dapat diverifikasi. “Secara umum tentu tim terus melakukan pencarian keterangan-keterangan yang dibutuhkan. Hal ini untuk membantu dalam mengungkap perkara ini,” katanya.

KPK juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengusutan kasus ini. Budi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau data tambahan terkait proyek KCJB agar melapor melalui saluran resmi pengaduan masyarakat KPK.

“KPK terus mengimbau kepada masyarakat, siapapun yang memiliki informasi ataupun data yang terkait dengan hal tersebut, bisa menyampaikannya kepada KPK. Setiap informasi dan data yang masuk akan menjadi pengayaan bagi tim untuk menelusuri dan mengungkap perkara ini,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, juga membenarkan bahwa proyek kereta cepat saat ini sudah masuk tahap penyelidikan. “Saat ini sudah dalam tahap penyelidikan,” ujar Asep, Senin (27/10/2025).

Namun, Asep belum membeberkan pihak-pihak yang telah dimintai klarifikasi oleh penyelidik. Ia menegaskan bahwa proses masih berada pada tahap awal dan dilakukan secara hati-hati sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melalui kanal YouTube pribadinya mengungkap adanya dugaan mark-up anggaran dalam proyek kereta cepat Whoosh. Mahfud menyebut terdapat perbedaan signifikan antara biaya pembangunan per kilometer di Indonesia dan di Tiongkok.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu USD52 juta. Akan tetapi, di China sendiri hitungannya hanya USD17–18 juta, naik tiga kali lipat,” kata Mahfud dalam video tersebut.

Ia menilai dugaan mark-up tersebut menjadi indikasi kuat adanya penyimpangan dalam pengelolaan proyek strategis nasional itu. Mahfud pun mendorong aparat penegak hukum, termasuk KPK, untuk menelusuri lebih dalam agar publik mendapatkan kejelasan terkait penggunaan anggaran proyek kereta cepat pertama di Indonesia itu. info/red

60 / 100 SEO Score