8 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kolaborasi Desainer Ivan Gunawan dan The Westin Hotel Surabaya Hadirkan Puluhan Koleksi Baju Lebaran Terkini

57 / 100 SEO Score

Light Ramadan Igun

Surabaya – Memahami keberagaman pilihan masyarakat maupun keberagaman budaya saat hari raya Idul Fitri, desainer ternama tanah air Ivan Gunawan menciptakan koleksi baju lebaran miliknya yang bertajuk “Light of Ramadhan”.

Koleksi baju lebaran yang diciptakannya tersebut terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari baju atasan, tunik, outer, celana, hingga gamis sehingga masyarakat bisa memilih jenis baju yang cocok untuk merayakan Idul Fitrinya.

Pria yang akrab disapa Igun itu berusaha menegaskan bahwa pakaian-pakaian yang digunakan saat hari raya tak harus selalu glamor dan seragam. Sebab, masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke tentu memiliki cara merayakan Lebaran masing-masing,

“Saya lihat koleksi hari raya nggak semuanya glamor, penuh monte, dan gedombreng. Justru saya memfasilitasi teman-teman yang punya cara berlebaran beragam dari Sabang sampai Merauke. Ada yang berlebaran naik motor, ada yang naik mobil, kereta, dan lainnya. Sehingga busana ready to wear yang saya ciptakan ini terbuat dari kain-kain yang tidak mudah lecek, cocok untuk traveling, kainnya di sini lebih nyaman dibanding koleksi sebelumnya,” ujar Ivan Gunawan usai memamerkan karyanya di The Westin Hotel Surabaya, Sabtu (30/3/2024).

Ada kurang lebih 50 koleksi baju Lebaran yang diciptakan Ivan Gunawan untuk merayakan keberagaman pilihan masyarakat Indonesia ini. Koleksi-koleksi tersebut bernuansa bunga-bunga ala Rusia. Terinspirasi dari kisah hidup Igun muda saat tinggal di sana.

“Light of Ramadhan ini bercerita tentang perjalanan masa kecil saya di berbagai negara, termasuk Rusia. Motif dari busana ini terinspirasi dari bunga-bunga di Rusia,” katanya.

Selain itu, Igun juga ingin baju-baju yang dikenakan oleh masyarakat saat Lebaran tidak hanya sekali pakai saja, namun bisa digunakan berulang bahkan sampai beberapa waktu usai Lebaran berakhir.

Sebagai desainer ternama, Igun juga tak ingin termakan oleh tren yang mudah berlalu begitu saja. Justru ia ingin menciptakan tren-tren sendiri yang tak akan lekang oleh waktu.

“Busana hari raya ini harapannya bukan hanya dipakai saat hari raya saja, tetapi bisa dipakai sampai mungkin 3 sampai 4 bulan setelahnya. Bahkan bisa dipakai kapan saja dan tidak tertelan tren. Saya selama ini juga tidak pernah mengikuti tren, tapi berusaha untuk menciptakan tren sendiri,” tukasnya. Info/red

57 / 100 SEO Score