
Surabaya – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 20.36 WIB di Jakarta. Politisi PDI Perjuangan itu menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang melawan kanker hati yang dideritanya, kata sumber internal legislatif setempat.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua Fraksi DPC PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono. “Iya, sebentar nanti kami beri informasi lagi, terima kasih,” katanya saat dikonfirmasi.
Kabar duka juga dibenarkan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, yang menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Adi telah menurun dalam beberapa waktu terakhir. “Beliau telah berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Fathoni saat dikonfirmasi terpisah, Selasa malam.
Karier Politik dan Perjuangan
Adi, yang akrab disapa Awi, dikenal sebagai tokoh penting di DPRD Surabaya. Selain memimpin lembaga legislatif kota, ia juga aktif dalam berbagai agenda pembangunan dan politik lokal. Semasa hidupnya, Awi terlibat dalam pembahasan kebijakan anggaran daerah maupun dukungan terhadap program kemasyarakatan bersama pemerintah kota.
Selama masa jabatannya, Adi juga kerap tampil sebagai pengawal kebijakan DPRD dalam menjembatani pemerintahan dan aspirasi masyarakat. Bahkan dalam diskusi pengesahan APBD Surabaya 2023, ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan penataan anggaran demi keberlanjutan pembangunan kota pahlawan.
Proses Pemakaman
Jenazah Adi Sutarwijono akan disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Surabaya setelah administrasi di Jakarta selesai diurus oleh keluarga.
“Jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Jakarta pada Rabu siang untuk kemudian disemayamkan di Grand Heaven Surabaya. Rencana pemakaman akan dilaksanakan pada Kamis di Taman Makam Keputih, Surabaya, ” ujar Budi Leksono.
Reaksi dan Duka Cita
Informasi tentang wafatnya Ketua DPRD Surabaya itu langsung memunculkan duka dari berbagai kalangan politik dan pemerintahan kota. Para kolega legislatif dan kader partai diperkirakan akan menyampaikan pernyataan resmi dalam waktu dekat.
Kepergian Adi Sutarwijono menutup babak penting kiprah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di parlemen lokal Surabaya. Beliau dikenal sebagai penghubung yang aktif antara legislatif dengan eksekutif dalam upaya menuntaskan program pembangunan di tengah tantangan sosial dan ekonomi kota.info/red

Berita Lainnya
Mas Dhito Akan Kembangkan Kawasan Budidaya Ayam Petelur di Kabupaten Kediri
PDI Perjuangan Jatim Gelar Nuzulul Quran, Said Abdullah: Ini Bagian Jati Diri Partai
Bupati Ipuk Fiestiandani Buka Musrenbang RKPD 2027