1 May 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kerajaan Allah

9 / 100 SEO Score
IMG 20220927 WA0043

KERAJAAN ALLAH
Bacaan Alkitab: Lukas 17:20-37

“Datanglah kerajaan-Mu” Lukas 11:2b

INSPIRASI:
Di manakah keberadaan kerajaan Allah dan bagaimana hendaknya kita hidup dalam Kerajaan Allah tersebut? Apa misi Tuhan pada umat-Nya dalam menghadirkan kerajaan Allah di bumi? Kerajaan Allah dapat dimaknai sebagai pemerintahan Allah, yakni suatu tempat atau kondisi dimana kehendak Allah dan kuasa Allah dapat dinyatakan dengan bebas. Keberadaan Tuhan Yesus menyiratkan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas. Ini berarti di mana Yesus berada, di situlah Kerajaan Allah itu berada.

Penebusan Allah melalui Putera-Nya telah membuat kita, yang percaya kepada-Nya, masuk ke dalam Kerajaan Allah. Alkitab berkata, “Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, – bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” (Wahyu 1:5b-6). Tidak hanya di mana Tuhan Yesus berada saja Kerajaan Allah berada, tetapi juga di mana gereja-Nya berada. Ini adalah tempat di mana Tuhan Yesus bebas menyatakan kehendak-Nya. Dia semestinya memiliki sebuah lingkungan Ilahi yang kita persiapkan di dunia ini bagi kerajaan, kuasa dan kemuliaan-Nya agar dapat dinyatakan secara bebas.

Saat ini yang terpenting bagi kita bukanlah hadiah atau posisi kita dalam Kerajaan-Nya, melainkan apa yang hendak-Nya kita perbuat dalam membawa Kerajaan-Nya turun ke tengah-tengah manusia di bumi saat ini. Ketika Yakobus dan Yohanes meminta Yesus melakukan sesuatu bagi mereka dengan berkata, “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.” (Markus 10:37), Yesus menjawab, “Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” (Markus 10:38). Dan mereka pun menyatakan kesanggupannya melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Jika kita setia mengerjakan tugas panggilan Allah dan bisa menjadi kesaksian bagi dunia ini, secara otomatis upah dari Tuhan akan menjadi bagian kita. Amin.

9 / 100 SEO Score