John Sung Shang Chieh (John Song): Tokoh Penginjil Asia
Penginjil China yang paling berpengaruh pada era tahun 1930. Khotbahnya berdasarkan pada sesuatu yang ia pelajari dan imani sungguh-sungguh yaitu alkitab. Pekerjaannya nyata terutama di daerah-daerah Huaren seperti Hongkong , Malaysia, Singapura dan Indonesia. Banyak orang di daerah ini bertobat dan menjadi Kristen. Mungkin salah satunya adalah orang tua kita.
Riwayat Singkat John Sung.
29 Sepetember 1901 – 1920
Lahir di desa Hinghwa , popinsi Hok-Kian (Fukien). Ayahnya seorang pendeta dari gereja lokal American Wesleyan Methodist. Sering John Sung membantunya. Pada saat tertentu, waktu ayahnya sakit atau ada keperluan, John Sung sering menggantikan dalam memimpin upacara. Ia sering disebut pendeta cilik.
1920: ke Amerika
Pada usia 19 tahun John Sung dikirim ke Amerika untuk melanjutkan studi. Ia menjadi mahasiswa pandai di Ohio, Universitas Wesleyan dan Universitas Ohio State .
1925 : doktor Chinese pertama.
Dalam waktu 5 tahun , John Sung menjadi Doktor dalam ilmu kimia. Karya ilmiah, seperti dokumen research dan essaynya masih ada diperpustakaan saat ini. John Sung adalah doktor Chinese pertama.
1926 : masuk seminari .
Hatinya mulai tergerak pada panggilan suara Roh Kudus. John Sung mengadakan suatu komitmen untuk melayani Tuhan Yesus seumur hidupnya .Ia merasa dokter kimianya tidak cukup dalam melayani Yesus dan studi di Union Theologie Seminary di New York.
10 Febuari 1927 : kelahiran baru
Pada hari itu, pada saat John Sung berdoa, ia melihat suatu Pengalaman ajaib . Ia merasa bahwa ini adalah pemberian dari ROH KUDUS. John Sung berkata: ” ini adalah kelahiran baru rohaniku. Walau aku telah percaya Yesus sejak kecil, ada suatu pengalaman baru yang merubah hidupku”. John Sung dengan jelas dan detil menggambarkan bagaimana Roh Kudus dicurahkan kepadanya. ” Roh Kudus mencurahiku seperti air pada puncak kepalaku dan terus menerus mengalir gelombang demi gelombang”. Sejak pengalaman itu sekarang John Sung merasa lebih kuat dan bersemangat dalam berkotbah di gereja atau kepada orang yang ditemuinya . Ia menjadi orang yang berubah radikal dan ia mulai berkotbah dengan semangat di ruang kuliah dan kepada teman-teman dekatnya. Mahasiwa liberal berpikir waktu itu John Sung sudah tidak wajar dan tidak waras lagi, sehingga ia dikirim ke rumah sakit jiwa selama 193 hari. Pada saat itu John Sung menggunakan waktunya untuk membaca kitab suci seluruhnya dari kitab kejadian sampai wahyu sebanyak 40 kali, sehingga John Sung tidak saja hafal, tetapi mendalami seluruh alkitab yang menjadi dasar penginjilan dan kebangunan rohani John Sung pada abad 20 sampai ia wafat .
November 1927 kembali ke China .
Tanpa lulus dari seminari theologi, John Sung pulang ke tanah airnya setelah ia menghilang selama 8 tahun. Sebelum ia menginjak tanah airnya, ia membuang ijazah doktornya, kecuali 1 copy yang ia berikan pada ayahnya. Hal ini merupakan suatu tanda adanya komitmen penuh dalam mengabarkan injil.
1927- 1930 : Pekerjaan mula.
John Sung memulai dengan pekerjaan mengabarkan injil di Minnan. Selama 3 tahun ia berkotbah dengan hanya dua topik, yaitu : – penyaliban Kristus, dan – Darah Yesus. Kotbahnya yang dinamis itu bukannya mengada-ada, tetapi seluruhnyanya didasarkan pada ajaran alkitab yaitu : kelahiran .baru, keselamatan dan memanggul salib untuk Kristus.
1930/1931. Perkabaran injil .
Di Shanghai ia mengikuti : Sekolah minggu Bethel dan bersama para sarjana lain ia mendirikan Bethel evangelist Band (?). Topik kali ini adalah :Bagaimana lepas dari dosa. Hal itu meliputi pandangan alkitabiah nya :
a. Mengaku dosa-dosa seja tidak cukup . Mereka harus bertobat dari dosa2-nya.
b. Sertelah pertobatan, terjadilah ” mengkoreksi dosa-dosa ” ,artinya ialah engkau telah berubah total dan bebas dari tabiat dosa .
c. Setelah engkau berubah dari tabiat dosa terjadilah ” Pengembalian dosa-dosa” . Artinya jika dulu engkau menipu atau mencuri uang , engkau harus mengembalikan uang tersebut atau engkau secara formal : permintaan maaf yang menunjukkan engkau benar-benar menyesal .
d. Mengucapkan kata : “Tuhan ampuni kami karena kami pendosa ” tidak cukup. Selama berdoa , jika engkau mau bertobat dari dosa engkau harus menggolongkan dosamu itu termasuk dosa apa secara keseluruhan dan menjabarkan satu persatu sampai detil dosa kecilmu. John Sung menulis ada 20 macam dosa besar. Jika engkau melakukan 1 dosa besar ini , engkau harus bebas dari dosa itu dan bertobat dari dosa pada masa doa bersama. John Sung sering begitu semangat sampai ia melompat di mimbar. Selama berkotbah, ia selalu menyanyikan lagu pujian setiap 23 menit .
e. Dalam menyampaikan kotbahnya, sering ia menggunakan benda-benda sebagai ilustrasi . Suatu hari ia membawa peti mayat. Ia berteriak : ” uang naik, uang naik, peti mati juga naik.” Artinya, kita tak boleh berfokus pada mencari uang saja. Setelah itu ia sendiri akan masuk dan tidur dalam peti mati. Semua yang ia lakukan akan membuat jemaat lebih tertarik .Nama John Sung mulai terkenal di propinsi lain.
1936. Pekerjaan di luar China .
100 000 orang bertobat melaui kotbahnya John Sung mulai berkotbah di luar China , terutama di Asia tenggara, termasuk Indonesia. Fokus dari kotbahnya adalah perlunya bertobat. John Sung sering menyebutkan daftar dosa dosa kepada pendengar, dan ia mengajak para pendengar untuk bertobat .
Sebagai contoh: John Sung berkata: ” Para penzina bertobat !! ” Dan karena kuasa Roh Kudus, banyak jemaat yang berdiri dan bertobat . John Sung juga tidak takut dalam menyuarakan kebenaran , bahkan pada waktu rapat staff pastoral. Ia mengatakan bahwa tujuan utamanya ialah bukan menyenangkan manusia, tetapi memuliakan Tuhan. Namun pada catatan lain, kotbahnya biasanya akan menggerakkan para pendengar untuk menangis terharu karena berita Kasih Kristus .
Diluar kotbah John Sung adalah orang yang selalu berdoa . Ia sering mendoakan daftar yang telah dibuat yang diberikan oleh para jemaat yang mohon didoakan. Dan John Sung akan mendoakannya selama berjam-jam bersama tim doanya. (albert/milis Metamorphe)

Berita Lainnya
Sosok Megawati dan Kepemimpinan yang Tak Luntur oleh Zaman
Rinny Shirley Wowor, Polwan BIN Pertama yang Baru Diangkat Kapolri Jadi Irjen
Peresmian Makam Kyai Karolus, Tokoh Kristen Pertama di Mojowarno