
Surabaya -Tepat jelang tutup tahun 2025, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menambah satu Guru Besar.
Guru Besar diraih Prof Titon Slamet Kurnia dalam bidang Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UKSW.
Pengabdian panjang Prof Titon memperoleh pengakuan negara sekaligus peneguhan institusional melalui penerimaan Surat Keputusan (SK) Jabatan Akademik Guru Besar sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43806/M/KPT.KP/2025.
Prof Titon tercatat sebagai Guru Besar ke-31 yang aktif di UKSW dan Guru Besar ke-18 yang lahir pada masa kepemimpinan Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami.
Dalam kurun waktu tiga tahun pada periode kepemimpinannya, Prof Intiyas sudah mampu melahirkan lebih dari 18 guru besar di UKSW.
Prof Intiyas menargetkan 20 Guru Besar dan dipastikan lebih di akhir periode.
“Kami bangga atas prestasi Prof Titon Slamet Kurnia sebagai Guru Besar Ilmu Hukum. Semoga prestasi yang diraih ini makin bermanfaat dan membawa nama baik UKSW,” kata Rektor
Menurut Prof Intiyas, UKSW bersyukur atas bertambahnya profesor di bidang hukum.
Diharapkan profesor baru dapat menghasilkan karya yang berdampak bagi gereja dan masyarakat.
“Target selama kepemimpinan saya 20 guru besar, dan tahun depan akan lahir beberapa profesor baru di bidang sains dan sosial hukum,” ungkapnya.
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan UKSW, Priyo Hari Adi PhD yang hadir mewakili Rektor, menyampaikan selamat dan apresiasi atas pencapaian Prof Titon.
Menurutnya, pengukuhan ini menjadi kebanggaan bagi UKSW sekaligus memperkuat peran universitas dalam mendukung pengembangan keilmuan hukum di Indonesia.
Pengukuhan Profr Titon Slamet Kurnia sebagai Guru Besar menjadi wujud komitmen UKSW dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas, dan SDGs ke-16 penguatan keadilan serta institusi yang tangguh.
Capaian ini sekaligus sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak serta mendukung Asta Cita Presiden ke-4.
Yakni penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi yang bermutu dan berintegritas.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 34 prodi terakreditasi Unggul dan A.
Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.
Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW. Info/red

Berita Lainnya
Bupati Kediri Mas Dhito Tegaskan Tidak Boleh Ada Lagi Bulying di Sekolah
Mahasiswa Ma Chung Teliti Peran Filosofi Jawa dalam Keberlanjutan UMKM Kayutangan
UK Petra Ajak Anak-anak Kampung Dolly Belajar Membatik dengan Canting dari Limbah Kertas