
Surabaya – Nama Erinne Graciana Pricilla mulai dikenal dengan beberapa prestasi yang berhasil diraih sejak mengawali karirnya didunia modeling. Berbekal pengalamannya itu, Siswi kelas 11 SMA Gloria 1 Surabaya berkeinginam mengembangkan karir dengan misi lebih luas yakni Puteri Batik Jawa Timur. PariwisataJawa Timur
Ketertarikannya sebagai Puteri Bayik Jawa Timur tujuannya ikut melestarikan budaya daerah, salah satunya dengan mengenalkan permainan tradisional Jember kepada generasi muda melalui advokasi bertajuk AkarMain.
Bagi Erinne, budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang perlu dijaga, tetapi juga sesuatu yang bisa dikemas secara kreatif agar tetap menarik bagi anak muda.
Melalui AkarMain, ia ingin memperkenalkan permainan tradisional Jember lewat media sosial sekaligus menghubungkannya dengan batik. Permainan seperti egrang dan bakiak menjadi inspirasi untuk mengenalkan kekayaan budaya lokal melalui motif batik.
Erinne berharap pendekatan tersebut dapat membuat lebih banyak orang mengenal permainan tradisional yang mulai jarang dijumpai dalam keseharian generasi sekarang.
“Menurut saya, budaya itu nggak harus selalu terlihat kuno, tetapi bisa dikemas secara kreatif supaya tetap menarik dan dikenal oleh generasi sekarang,” ujarnya.
Perempuan kelahiran Jember, 15 Juli 2009, itu mengaku memilih advokasi tersebut karena ingin permainan tradisional daerahnya dikenal lebih luas. Baginya, anak muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya dengan memanfaatkan cara komunikasi yang dekat dengan kehidupan mereka.
Mengenal Batik Lebih dari Sekadar Kain Bermotif
Perjalanan Erinne sebagai Puteri Batik Jawa Timur memberinya kesempatan untuk mempelajari lebih dalam filosofi dan makna di balik berbagai motif batik. Kini ia semakin memahami bahwa batik bukan hanya kain dengan corak yang indah, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia. PariwisataJawa Timur
Pengetahuan tersebut juga mendorongnya untuk mencari cara agar batik tetap relevan bagi generasi muda. Salah satunya dengan menghubungkan batik dan permainan tradisional melalui advokasi AkarMain.
Pengalaman mengenal budaya secara langsung menjadi salah satu bagian paling berkesan bagi Erinne, terutama ketika menjalani pengambilan video profil di Desa Tanoker, Jember.
Di sana, dirinya melihat anak-anak yang masih memainkan dan melestarikan permainan tradisional. Ia juga berkesempatan mengenal proses membatik, mulai dari mencanting hingga mempelajari keindahan motifnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik untuk memperkenalkan budaya Jember kepada masyarakat luas.
Menurut Erinne, masih banyak kekayaan budaya daerah yang menarik untuk diketahui, tetapi membutuhkan cara penyampaian yang tepat agar lebih dekat dengan generasi muda.
Pesiapan ke Jakarta, Perkuat Catwalk hingga Public Speaking
Di tengah upayanya mengembangkan AkarMain, Erinne juga mempersiapkan diri untuk melangkah ke Jakarta. Ia memperbanyak latihan catwalk, mengasah kemampuan public speaking, serta memperdalam pengetahuan tentang batik dan budaya Indonesia.
Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga kesiapan mental dan kesehatan agar dapat memberikan hasil terbaik.
Erinne mengaku, salah satu tantangan selama mengikuti ajang Puteri Batik Jawa Timur adalah mempersiapkan diri untuk setiap tahapan kompetisi. Banyak materi yang harus dipelajari dan kemampuan yang perlu terus diasah. PariwisataJawa Timur
Untuk menghadapinya, ia berusaha konsisten berlatih, memperbaiki kekurangan, dan mengingat kembali tujuan awal mengikuti ajang tersebut. Baginya, rasa gugup saat tampil merupakan hal yang wajar. Namun, persiapan yang matang dapat membantu membangun kepercayaan diri.
“Saya biasanya berusaha memahami materi, bukan cuma menghafal kata-katanya, supaya saat tampil bisa lebih santai. Rasa gugup pasti ada, tetapi saya belajar untuk tetap tenang dan fokus memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Ia ingin membawa nama Jawa Timur dengan bangga sekaligus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas pengetahuan tentang budaya Indonesia.
Berprestasi Sejak Sekolah Dasar
Dunia modeling bukan hal baru bagi Erinne. Ia mulai menekuni bidang tersebut sejak kelas 5 sekolah dasar. Pengalaman mengikuti berbagai ajang membantunya mengembangkan kedisiplinan, keberanian tampil di depan umum, dan kemampuan berkomunikasi.
Sejumlah prestasi yang pernah diraihnya antara lain Juara 1 Puteri Anak Jawa Timur 2023, Top 15 Puteri Anak Indonesia 2023, serta penghargaan Best Speech Puteri Anak Indonesia 2023.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika ia mengikuti ajang Puteri Batik Jawa Timur. Ia tidak hanya belajar tentang penampilan di atas panggung, tetapi juga cara membawa diri, menyampaikan gagasan, dan menghadapi tantangan baru.
Erinne juga menikmati kesempatan bertemu peserta dari berbagai daerah. Mereka dapat berbagi pengalaman, bertukar pengetahuan, dan saling belajar tentang budaya maupun perjalanan masing-masing.
Menurutnya, pengalaman mengikuti ajang tersebut bukan semata-mata tentang kompetisi atau gelar, melainkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan memperluas pertemanan.
Tetap Seimbang antara Sekolah dan Kegiatan Modeling
Sebagai pelajar, Erinne juga harus membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas di luar sekolah. Pada hari kerja, ia memprioritaskan kegiatan belajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Sementara itu, akhir pekan dimanfaatkan untuk berlatih modeling, mempersiapkan kebutuhan pageant, dan mengembangkan advokasi AkarMain.
Meski jadwalnya cukup padat, ia berusaha mengatur waktu dan menentukan prioritas agar kegiatan sekolah tetap berjalan seimbang dengan aktivitas lainnya.
Kedisiplinan yang dipelajarinya selama mengikuti dunia modeling dan pageant turut membantu dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat harus berkomunikasi dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab.
Pesan Erinne untuk Anak Muda: Jangan Takut Memulai
Di balik berbagai pencapaian dan kesibukannya, Erinne memiliki pesan sederhana bagi anak-anak seusianya yang sedang mengejar impian.
Ia mengajak generasi muda untuk berani mencoba hal baru, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan percaya pada proses masing-masing.
Menurutnya, seseorang tidak harus langsung hebat sejak awal. Kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih cita-cita.
“Jangan takut untuk mencoba hal baru dan jangan mudah menyerah kalau belum berhasil. Kita semua punya proses dan waktunya masing-masing. Nggak harus langsung hebat dari awal, yang penting mau belajar, terus berusaha, dan percaya sama diri sendiri,” pesannya.
Melalui perannya sebagai Puteri Batik Jawa Timur, Erinne ingin membuktikan bahwa generasi muda dapat mengambil bagian dalam pelestarian budaya dengan cara yang kreatif.
Baginya, menjaga budaya tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Mengenalkan permainan tradisional, memahami filosofi batik, dan membagikan cerita tentang kekayaan daerah melalui media sosial juga bisa menjadi langkah awal agar warisan budaya tetap dikenal lintas generasi. info/red

Berita Lainnya
Pelantikan PCPS GMKI Surabaya Masa Bakti 2026–2029: Menjaga Nurani Bangsa, Mengawal Demokrasi
Maskapai Garuda Alihkan Empat Penerbangan ke Kertajati, Singapore Airlines Siapkan Pesawat Lebih Besar
Dari Imlek “Tales of Chengdu” hingga Idul Fitri Aladdin dan Jin, Shanghai Park Tetap Hangat