2 May 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Jelang Nataru Polrestabes Surabaya Simulasi Pengamanan

9 / 100 SEO Score
kapolres pantau simulasi nataru

Surabaya – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polrestabes Surabaya mengadakan simulasi pengamanan di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria di Jalan Kepanjen Surabaya, Minggu (21/11/2021).

Simulasi pengamanan Nataru tersebut diawasi langsung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan dan Wakapolrestabes, AKBP Hartoyo. Ndan Yusep, panggilan karibnya, menjelaskan simulasi ini sebagai upaya antisipasi dari Polrestabes Surabaya mencegah kejadian yang tidak diinginkan dan ‘kecolongan’ oleh aksi teror pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Simulasi ini, kata Ndan Yusep sekaligus sebagai acuan pengamanan Nataru pada seluruh wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Ia menerangkan dalam simulasi pengamanan persiapan Nataru ini, Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan pihak Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria beserta Satgas Penanggulangan COVID-19 dibantu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada. Menurutnya tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar kita semua tidak ‘kecolongan’.

“Karena Surabaya pernah terjadi cerita pahit terkait gangguan teroris. Hal ini juga nantinya dapat digunakan sebagai acuan oleh para unsur pengamanan Nataru yang ada di wilayah Polrestabes Surabaya. Tujuan akhirnya supaya Kota Surabaya ini aman dan kondusif,” tandasnya.

Perwira menengah Polri dengan tiga melati di pundak ini juga menyampaikan simulasi pengamanan Nataru ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja kali ini menurutnya diberlakukan protokol kesehatan (prokes) ketat, karena dalam masa pandemi COVID-19, meski Kota Surabaya saat ini telah masuk level-1.

“Tetapi kita tetap harus waspada dan kita percaya pandemi COVID-19 masih ada. Untuk itu perayaan Nataru kali ini, kita tetap laksanakan prokes ketat, sehingga jangan sampai nanti terjadi penularan dan ada klaster baru setelah perayaan Nataru ini,” harapnya.

Proses simulasi meliputi apel pengamanan, tactikal floor game (TFG), sterilisasi oleh Brimob, secdoor, serta apel konsolidasi yang dipimpin Kasubag Kerma yang berperan sebagai Perwira Pengendali Pengamanan (Padal PAM).

Sebelum memasuki gereja, para jemaat yang datang wajib untuk mengikuti prokes yang diawasi Satgas COVID-19 mandiri dari pihak gereja. Prokes yang harus dipatuhi mulai dari wajib menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun, scan barcode aplikasi PeduliLindungi, cek suhu tubuh, hingga penyemprotan di bilik disinfektan.

Jemaat boleh masuk apabila scan barcode aplikasi PeduliLindungi berwarna hijau. Apabila scan barcode berwarna merah yang berarti belum vaksin, maka disediakan vaksin COVID-19 di tempat.

Untuk tempat duduk diatur dan terdaftar atas nama jemaat yang mendapatkan undangan sesuai jadwal untuk memudahkan pengawasan dan tracing (penelusuran) apabila terjadi sesuatu. Jika ditemukan jemaat yang terbukti positif COVID-19, maka akan ditempatkan di ruang isolasi yang telah disediakan dan langsung ditangani oleh Satgas COVID-19 Kota Surabaya. info/red

9 / 100 SEO Score