
Ponorogo – Sebanyak 100 peserta mengikuti workshop yang diadakan oleh Menabung Air Foundation tentang praktik penggunaan biopori untuk membangun desa. Sejumlah undangan dari kalangan pemerintah, swasta, universitas, sekolah, karang taruna, organisasi lingkungan, camat beserta jajaran dari desa turut hadir di lokasi workshop yaitu Maesa Hotel Ponorogo.
“Workshop kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penanaman biopori dalam kaitannya dengan pencegahan banjir dan krisis air. Selain itu juga untuk menggerakkan berbagai kalangan masyarakat di Ponorogo khususnya dari pejabat desa agar turut mendukung gerakan Menabung Air dalam membangun desa percontohan atau pilot project di wilayahnya,” ungkap Yulia Ayu Srikanthi, Ketua Menabung Air Foundation dalam sambutannya di acara ini.
Pemateri workshop kali ini adalah Ir. Bambang Irianto, seorang aktivis lingkungan yang berbasis di Kota Malang yang telah berhasil membina banyak desa di Indonesia dalam hal lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat. Dimulai pada tahun 2012, Bambang menggagas gerakan Glintung Go Green yang mampu mengubah kampung Glintung kumuh dengan tingkat kriminalitas tinggi menjadi kampung wisata yang berdampak positif pada perekonomian warga. Atas keberhasilannya, pada tahun 2018 Bambang dianugerahi penghargaan Kalpataru oleh Presiden RI.
Turut hadir Bobby Wibowo, CEO Maesa Group sekaligus inisiator gerakan Menabung Air di acara ini. Melalui sambutannya, Bobby menyampaikan dukungannya terhadap Menabung Air Foundation dalam pembangunan desa percontohan di Ponorogo dan berharap dapat menginspirasi desa-desa lain bahkan di dunia.
Di akhir acara, ketua yayasan melakukan penandatanganan MOU dengan Ir. Bambang Irianto sebagai tanda resminya Bambang bergabung menjadi penasihat yayasan.
Juga penandatanganan MOU dengan Kepala Desa Ngunut untuk berkolaborasi membangun desa percontohan aksi biopori Menabung Air.
Dari institusi pendidikan, Universitas Muhammadiyah Ponorogo juga turut menandatangani MOU untuk menandakan kerjasama dalam hal relawan mahasiswa serta kolaborasi kegiatan KKN dengan Menabung Air Foundation.
Perlu diketahui sejak diresmikan 3 bulan lalu, Menabung Air Foundation telah menjangkau lebih dari 13.743 individu, menanam 1.755 lebih lubang biopori, melibatkan 40 sekolah, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak di 11 kabupaten/kota. Terutama di Jawa Timur, Jakarta, Bogor, hingga Makasar.
“Dengan dimulainya pembangunan desa percontohan di Ponorogo, kami berharap gerakan dari desa ini menjadi gerakan nasional, lalu menuju kolaborasi global. Ponorogo menjadi inspirasi dunia,” imbuh Yulia. Info/red

Berita Lainnya
Pastikan Mitra Gojek Terlindungi JKN, BPJS Kesehatan Gandeng GoTo
Alfamidi dan SGM Edukasi Gizi Balita di Blitar
Kolaborasi Perayaan Natal Pemuda antar GKJW, Tuan Rumah GKJW Wiyung