
Surabaya – Desa Ngadas terletak di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut, mencakup luas sekitar 395 hektar. Desa ini terbagi menjadi dua dusun, yaitu Dusun Jarak Ijo dan Dusun Ngadas.
Di Dusun Ngadas, mayoritas penduduk memeluk agama Buddha yang diwariskan secara turun-temurun sejak desa ini berdiri pada tahun 1774. Para leluhur Ngadas diyakini berasal dari Kerajaan Majapahit yang menetap di kawasan hutan pegunungan Tengger.
Sebanyak 63 umat Buddha dari Suku Tengger hadir secara langsung dari Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Mereka tampil dengan mengenakan pakaian adat khas Suku Tengger dan mempersembahkan puja bhakti dalam tradisi Buddha Jawa-Sunyata.
Momen istimewa terjadi dalam perayaan 10 Tahun Vesak Festival yang digelar di Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Kamis (8/5/2025).
Kehadiran umat Buddha dari pegunungan Tengger ini menjadi salah satu daya tarik utama festival, menyuguhkan nuansa spiritual dan budaya yang khas.
Tradisi puja bhakti dimulai dengan manembah sebanyak tujuh kali, sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkah kehidupan dan kesehatan. Selanjutnya, dilanjutkan dengan penghormatan ke empat penjuru mata angin—utara, selatan, barat, dan timur—serta penghormatan khusus kepada Ibu Bumi.
“Bagi kami, bersujud kepada bumi adalah bentuk penghormatan terdalam. Bumi memberi segalanya tanpa pernah mengeluh, meski kita sering mengotori dan merusaknya. Di sanalah kami menggantungkan hidup,” ujar salah satu peserta puja bhakti.
Puja bhakti yang dilangsungkan menggunakan bahasa Jawa dan dipenuhi simbol-simbol khas ajaran lokal. Gerakan sembahyang, sesembahan, serta meditasi merujuk pada ajaran dalam kitab yang diyakini diturunkan oleh Sanghyang Ismaya, perwujudan Semar dalam tradisi kepercayaan Jawa.
Penampilan mereka menarik perhatian pengunjung Vesak Festival dan para pengunjung mall yang kebetulan melintas. Nuansa kental antara spiritualitas, tradisi, dan kearifan lokal menjadi pengingat akan kekayaan budaya Nusantara dalam keberagaman ajaran Buddha di Indonesia.
Vesak Festival tahun ini menjadi ruang ekspresi dan pertemuan budaya yang bukan hanya merayakan Waisak, tetapi juga memperkenalkan keragaman praktik dan warisan Buddha Nusantara kepada publik luas. info/red

Berita Lainnya
Pengurus Persaudaraan Masyarakat Maluku di Jawa Timur Periode 2025-2030 Resmi Dilantik
Umat Hadiri Perayaan HUT ke-654 YM Kongco Sam Poo Tay Djien di Sam Poo Sing Bio Surabaya
Perayaan Natal Bersama Korpri ASN Kabupaten Malang