
Surabaya,pustakalewi.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ikut merespons isu Presiden Jokowi tiga periode.
“Kita sangat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi yang bekerja keras dan memperhatikan kepentingan rakyat. Survei Litbang Kompas tersebut membuktikan hasil kerja selama ini berdampak. Namun isu susulan 3 periode itu kan terhadang tembok Konstitusi,” ujar Ketua Umum PP GMKI, Jefri Gultom, Kamis (24/2/2022) dalam keterangannya.
Jefri menyarankan, sebagai negara yang kedaulatan tertingginya berada di tangan rakyat, pemerintah tidak perlu ikut-ikutan merespons isu susulan itu.
“Pemerintah harus fokus bekerja. Segala wacana, aspirasi itu diakumulasikan dalam sistem demokrasi kita melalui kanal-kanal yang tersedia dan terakhir kita tunggu saja respons DPR/MPR. GMKI juga menghimpun isu ini dengan teliti sebagai bagian dari pilar demokrasi. Namun sekali lagi, kita minta pemerintah tak ikut-ikutan. Jangan sampai isu ini mengganggu kinerja sehingga program prioritas jadi meleset,” tambah Jefri.
Menurutnya, pemerintah jangan terpancing dan ikut-ikutan menyusun strategi.
“Ya kita harap pemerintah jangan tergoda dan diam-diam menyusun siasat dan strategi. Angka survei kadang naik kadang turun. Cukup bekerja saja tulus lalu biarkan rakyat menilai dan memutuskan secara rasional untuk nasibnya mendatang,” lanjutnya.
Ia memaparkan, pemerintah sudah berhasil menjalankan program strategis pembangunan infrastruktur seperti pembangunan kawasan Danau Toba, pembangunan jalan dan perumahan daerah tertinggal di Sumatera Barat, pembangunan bendungan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, pembangunan IKN di Kalimantan Timur, serta pembangunan jalan trans Papua.
“Pembangunan infrastuktur era Presiden Jokowi mampu meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” katanya.
Jefri mengatakan, Presiden Jokowi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berdasarkan data BPS, Presiden Jokowi mampu menekan angka kemiskinan sejak 2014 menjadi satu digit yaitu 9,71 persen. Pada 2014 angka kemiskinan mencapai 11,25 persen.
“Penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari upaya pemerintah melindungi masyarakat miskin dan rentan terdampak pandemi melalui program bantuan sosial dan mendukung UMKM,” ucap Jefri. Info/red

Berita Lainnya
Rayakan Hari Bumi, Menabung Air Foundation dan Jakarta Montessori School Tanamkan Kesadaran Konservasi Air Sejak Dini
Legislator PDI Perjuangan Yordan Terima Aspirasi Driver Online, Siap Bahas Perda Pengaturan Aplikator
Bupati Dhito Turun Langsung Jenguk Pasien Terduga Keracunan MBG di RS Simpang Lima Gumul Kediri