10 January 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ini Cara Mas Ipin Kendalikan Inflasi Trenggalek Tetap Stabil

54 / 100 SEO Score

Bupati Ipin

Trenggalek – Tingkat inflasi Kabupaten Trenggalek tercatat stabil di level 2,53 persen, berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 2,8 persen. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menuturkan bahwa pengendalian inflasi perlu dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan berbagai faktor agar tidak memunculkan dampak negatif bagi masyarakat.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu, inflasi yang terlalu ditekan justru berpotensi mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat.

Sebaliknya, inflasi yang meningkat tanpa kendali dapat memicu perluasan kemiskinan serta menimbulkan persepsi terjadinya stagflasi. Yakni kondisi ketika pertumbuhan ekonomi melambat tapi harga kebutuhan pokok melonjak.

“Makanya tadi coba kita lihat yang lebih detail. Pak Prabowo sudah bagus, punya program MBG (makan bergizi gratis). MBG permintaannya tinggi, berarti supply-nya harus kita imbangi biar tidak terjadi inflasi,” ujar Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Mochamad Nur Arifin, usai High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (3/12/2025).

Dia menjelaskan, tingginya permintaan bahan pangan akibat program MBG membawa berkah bagi masyarakat dan petani. Namun tanpa keseimbangan pasokan, lonjakan permintaan bisa memicu kenaikan harga sehingga menekan daya beli.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Trenggalek mendorong sejumlah program, salah satunya budidaya lele dengan sistem bioflok untuk memenuhi permintaan lauk pauk.

Selain itu, produksi padi Kabupaten Trenggalek juga mencatatkan hasil tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yakni lebih dari 264 ribu ton. Meski stok berlimpah, harga gabah tetap stabil sehingga petani masih mendapatkan keuntungan layak.

“Jadi rakyat dapat pendapatan, inflasinya bisa dikendalikan, pasokan MBG-nya lancar, program nasional berjalan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Mas Ipin menegaskan bahwa pengendalian inflasi di Trenggalek harus berorientasi pada pendekatan ekologi. Baginya, ekologi merupakan fondasi utama ekonomi daerah.

“Ekonomi kita atapnya adalah lingkungan hidup. Kemudian lantainya adalah kebutuhan dasar,” jelas lulusan magister manajemen pengembangan sumberdaya manusia Universitas Airlangga Surabaya ini.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indikator ekonomi Kabupaten Trenggalek relatif stabil dibanding banyak daerah lain. Stabilitas tersebut dinilai sebagai dampak dari struktur ekonomi Trenggalek yang banyak bergerak di sektor ekonomi dasar, seperti pertanian dan peternakan.

“Ekonomi dasar ini terkait olah-mengolah tanah, raw materials. Tidak mungkin orang tidak butuh beras, tidak mungkin tidak butuh hasil ternak,” sebut Mas Ipin.

Namun demikian, dia menyebut masih ada pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Trenggalek, yaitu meningkatkan taraf hidup tenaga kerja yang bergerak di sektor bahan baku.

“Kita tingkatkan dinamisme ekonominya. Dengan cara apa? Ya, kita bikin hilirisasinya. Makanya sekarang kalau ada orang mau investasi peternakan atau pengolahan hasil-hasil pertanian, kami sangat welcome,” pungkasnya. info/red

54 / 100 SEO Score