
Surabaya – Yayasan Sosial Abdihusada Utama didirikan para pengusaha di Jawa Timur, pada 27 Februari 2012. Kini genap berusia 12 tahun dan terus memberikan pelayanan untuk kesehatan masyarakat pra sejahtera.
Klinik Abdihusada Utama milik yayasan, buka mulai pukul 8 pagi hingga jam 11 siang, dari Senin-Jumat, berada di Jl. Raya Mulyosari 42-D Surabaya ini sudah 12 tahun berlalu, memberikan pelayanan diagnosis dan pengobatan gratis kepada masyarakat tidak mampu, dan melaksanakan operasi katarak gratis.
Klinik Abdihusada Utama melayani warga pra sejahtera di Surabaya tanpa memandang suku, ras, dan agama.
“Yayasan Sosial Abdihusada Utama bersama masyarakat membangun lingkungan sosial yang harmonis, dengan pemberian layanan kesehatan gratis oleh dokter dan pemberian obat paten atau non generik,” jelas Soeharsa Muliabarata selaku Wakil Ketua Dewan Pembina.
Wahjudi Gatot Ketua Yayasan Sosial Abdihusada Utama melaporkan, bahwa sejak klinik berdiri hingga 31 Januari 2024, telah memberikan layanan kesehatan umum gratis kepada 131.208 pasien. Dan 1.500 orang telah mendapatkan layanan operasi katarak gratis.
“Kami akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi di bidang medis kepada negara dan bangsa,” pungkasnya.
Untuk baksos operasi katarak, Yayasan Sosial Abdihusada Utama bekerjasama dengan beberapa rumah sakit, salah satunya Klinik Utama Mata JEC JAVA @Surabaya.
Juga pada 20 Januari 2024 lalu, Klinik Abdihusada Utama dan Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan berhasil melaksanakan baksos operasi katarak untuk 50 pasien tidak mampu.
Direktur Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan dr. Lely Retno Wulandari, Sp.M (K) mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Sosial Abdihusada Utama mewakili para pasien.
“Jumlah penduduk Kota Pasuruan diperkirakan mencapai 190 ribu jiwa dan angka kebutaanencapai 1.740 orang per tahun. Sedangkan Kabupaten Pasuruan berpenduduk 1,6 juta jiwa, angka kebutaan sekitar 16.140 orang per tahun,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Klinik Utama Mata JEC-Java Surabaya, Novri Susanti, SE, AK, MF, menjelaskan bahwa tingkat kebutaan karena katarak di Jawa Timur merupakan tertinggi di Indonesia. “Sekitar 5 persen dari seluruh jumlah penduduk di Jawa Timur,” ujarnya.
“Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis merupakan bentuk kepedulian Yayasan Abdihusada Utama dan Klinik Utama Mata JEC-JAVA Surabaya yang diadakan rutin,” imbuh Novri Susanti.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Yayasan Sosial Abdihusada Utama bersama JEC-Java @Surabaya untuk baksos operasi katarak gratis yang dinantikan masyarakat Kota Surabaya, tanpa biaya apapun yang membebankan pasien.
Eri pun berharap inisiatif ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk melakukan hal serupa, sehingga semakin banyak warga di Surabaya, yang terbantu dan pulih penglihatannya.
Banyak warga yang mengucapkan terima kasih kepada pengurus Yayasan Sosial Abdihusada Utama atas kepeduliannya di bidang medis ini.
Salah satunya, Zulaika warga Mojokerto mengucapkan terimakasih dengan adanya operasi katarak gratis. Ia menderita katarak sudah 10 tahun dan berhasil dioperasi dalam program baksos operasi katarak gratis Yayasan Sosial Abdihusada Utama.
Di usia ke 12 ini, pihak yayasan tidak menyelenggarakan perayaan, karena semua dana yang masuk untuk diberikan kepada pelayanan kesehatan kemasyarakatan. Info/red

Berita Lainnya
Kebersamaan dalam Kristus: Pelantikan Pengurus PGIW Jawa Timur 2026–2031 Berlangsung Khidmat
RS Mahkota dan Regency Gelar Baksos Ramadan di Grand Heaven Surabaya
Hari Pertama Lebaran 2026, Naik Trans Jatim Gratis Sehari di Semua Koridor