11 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ganjar Pranowo Gelar Peringatan Hari Pahlawan Tak Jauh dari Makam Pocut Meurah Intan

9 / 100 SEO Score
Ganjar hari pahlawan

Surabaya – Peringatan Hari Pahlawan digelar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara sederhana, bersama pejabat daerah Blora dan tamu undangan, di Lapangan Sendang dekat sebuah area pemakaman di pinggiran Dukuh Weru, Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Rabu (10/11/2021).

Pemakaman yang tenang diantara hamparan persawahan, itulah lokasi makam pejuang wanita yang dijuluki Singa Betina dari Aceh, Pocut Meurah Intan.

“Di tempat ini, bersemayam jenazah pejuang dari Aceh. Pocut Meurah Intan, yang orang sini biasa memanggil Mbah Cut. Warga sini telah merawat makam beliau. Ini membuktikan, bahwa kepahlawanan tidak memandang apa sukunya, rasnya maupun agamanya. Selagi berjuang untuk Indonesia Raya, mereka adalah pahlawan kita,” ungkapnya

Gubernur Jateng mengapresiasi masyarakat yang telah merawat makam Pocut Meurah Intan. Rasa hormat juga ia sampaikan pada masyarakat di daerah-daerah lain yang memiliki kepedulian pada para pahlawan bangsa, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Ganjar Pranowo mencontohkan masyarakat Makassar yang telah merawat makam Pangeran Diponegoro, masyarakat Sumedang yang merawat makam Cut Nyak Dien dan masyarakat Minahasa yang merawat makam Tuanku Imam Bonjol, bahkan masyarakat negara lain ikut merawat makam pahlawan nasional Indonesia.

“Penghormatan tinggi juga kita sampaikan pada saudara kita di Afrika Selatan yang menghormati dan merawat makam Syekh Yusuf dari Goa Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Gubernur Jateng berharap, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa. Jutaan dari mereka gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah pengorbanan ini tidak boleh dibiarkan menjadi sia-sia.

“Kita yang menikmati rasanya merdeka ini, terus dan akan tetap berdiri di atas tulang, darah bahkan air mata mereka. Tidak ada alasan bagi kita untuk main-main, apalagi mempermainkan Keindonesiaan kita,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan jasa pahlawan Gubernur Jateng mengajak seluruh anak bangsa melanjutkan perjuangan para pahlawan. Generasi muda diingatkan bahwa perjuangan mereka saat ini justru lebih berat.

“Setiap zaman punya tantangan dan persoalan sendiri. Ayo kita buktikan, bahwa darah dan air mata pejuang yang jatuh ke tanah tidak percuma. Duka dan lara dari ribuan pertempuran para pendahulu kita, tidak sia-sia,” ucapnya.

Keras dan pedihnya perjuangan para pahlawan lanjutnya, diharapkan menjadi motivasi anak bangsa untuk terus bergerak menciptakan kemakmuran dimanapun berada. Melakukan apapun sebaik-baiknya, apapun profesinya untuk mengisi kemerdekaan.

Selain menjaga persatuan dan kesatuan, generasi muda dituntut menjadikan bangsa ini berdikari terhadap politik pangan, air dan energi. Semua harus berkontribusi, memberikan inovasi dan kreasinya agar Indonesia menjadi bangsa berdaulat yang berkepribadian dalam kebudayaan. Info/red

9 / 100 SEO Score