
Surabaya – East Java Fashion Harmony (EJFH) digelar sejak 2019 masuk 10 besar event terbaik yang dinyatakan Kemenparekraf untuk tahun 2022. Event tersebut kini digelar kembali di Segara Wedi Gunung Batok Tengger Bromo, pada 3 Desember 2022.
Embran Nawawi Fashion Conceptor & Consultant EJFH mengatakan awalnya EJFH merupakan program apresiasi dan publikasi Wastra (kain tradisional yang sarat akan makna budaya) Jawa Timur, melalui tampilan fashion modern yang diselenggarakan setiap tahun.
“Bisa dibilang kegiatan ini masih bayi dalam pelaksanaanya. Kemudian didaftarkan Disbudpar Jatim ke Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf, untuk diadu dengan 310 event seluruh Indonesia,” ujarnya, saat press conference di Hotel Harris Satelit Surabaya, Senin (28/11).
Jawa Timur semula mengirimkan 10 event. Terpilih 5 event termasuk EJFH, dari 110 yang terpilih menjadi event nasional. “Luar biasa, EJFH masuk agenda 10 besar event terbaik untuk tahun 2022,” tambahnya.
Dari hasil raihan tersebut, pihaknya menjadi percaya diri menggelar EJFH mempertemukan wastra batik klasik dan budaya kreasi para desainer yang sudah melalui sesi kurasi.
“Tahun ini, EJFH digelar pada 3 Desember 2022 di Segara Wedi Gunung Batok Tengger Bromo sebagai venue menampilkan karya busana dari 11 desainer,” ungkapnya.
Para desainer di antaranya; Embran Nawawi, Lia Afif, Denny Wirawan, Gita Orlin, Novita Rahayu, Ajeng Wibowo, Arinda Nurma, Enricho Ho, Isyam Syamsi, Rizkyesa Sauqi, dan Imam Mustafa.
Kearifan lokal Gunung Bromo akan disandingkan dengan batik klasik dan batik budaya dari beberapa daerah di Jawa Timur. Di antaranya batik dari Banyuwangi, Probolinggo, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Tulungagung, Trenggalek, Bangkalan, dan Pamekasan.
“Udara dingin gunung Bromo, bisikan pasir, keramahan, hingga suasana magisnya, diharapkan memberikan inspirasi tersendiri bagi para desainer, untuk menampilkan karya terbaiknya,” pungkas Embran. Info/red

Berita Lainnya
Yello Hotel dan Konco Mlayu Gelar Lari Bersama Tandai Kebersamaan Selama 3 Tahun
Penerimaan Pajak Hingga September 2026, Pajak Ekonomi Digital Capai Rp58,75 Triliun
Pemkab Kediri Promosikan Wisata Gunung Kelud Lewat Ajang Lari Kelud Vertical Challenge 2026