25 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Doa Perantara Dan Pengampunan Bagi Mereka Yang Telah Mati

2 / 100 SEO Score
IMG 20230302 WA0020

DOA PERANTARA DAN PENGAMPUNAN BAGI MEREKA YANG TELAH MATI

“Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.” (Mzm 116:9)

INSPIRASI:
Kita sadar betul bahwa alam barzakh (para jiwa di alam kematian) dapat hadir dalam MISTERI KESELAMATAN ALLAH di bumi ini. Itu semua karna korban Yesus Kristus. Ia adalah pengantara antara umat manusia dengan Allah, seperti tertulis: “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.” (1Tim 2:5-6). Kristus mempersekutukan semua umat Allah baik yang hidup maupun yang mati. Mereka dapat berkata sebagaimana doa pemazmur: “Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.” Maz.116:9.

Dalam kitab suci (Deuterokanonika) berdoa bagi orang mati terdapat di 2 Makabe 12 : 38–45. Perikop ini mengisahkan bahwa ditemukan jimat–jimat dalam jubah pada orang–orang yang gugur dalam perang suci yang dipimpin oleh Yudas Makabe. Maka segeralah mereka semua yang ada di tempat itu memuliakan Tuhan dan berdoa memohon Tuhan menghapuskan dosa-dosa mereka semua serta dikumpulkan uang untuk dikirimkan ke Yerusalem supaya para Imam di Bait Allah mempersembahkan korban penghapusan dosa bagi mereka gugur itu. Yudas dan anak buahnya melakukan ini karena mereka percaya bahwa mereka yang gugur itu akan bangkit.

Dalam Sirakh 7 : 33 ( Deuterokanonika) juga dituliskan bahwa “Hendaklah kemurahan hatimu meliputi semua orang yang hidup, tapi orang matipun jangan kau kecualikan pula dari kerelaanmu”. Ayat ini mempunyai pengertian bahwa bantuan melalui doa–doa dan persembahan kepada orang yang sudah mendahului kita tidak akan sia-sia, karena itulah bentuk perhatian dan bantuan kita secara rohani kepada mereka.

Dalam Injil Matius 12 : 32 “ Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia ( manusia Yesus), ia masih diampuni, tetapi jika ia menyangkal Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Di dunia ini tidak di dunia akan datangpun tidak”.

Ayat tersebut mempunyai arti bahwa jika seseorang menentang Roh Kudus maka dia tidak akan diampuni baik di dunia ini juga di dunia akan datang, artinya masih ada dosa-dosa yang bisa diampuni di dunia yang akan datang, ini menunjukkan masih ada harapan bagi orang yang sudah meninggal kalau orang tersebut belum di sorga atau di neraka, mereka ini masih berada di tempat penantian atau alam barzakh. Mereka semua masih menantikan Hari Kedatangan Tuhan. Waktu ini juga masih waktu kemurahan, sampai pada akhirnya tiba, yakni Hari Penghakiman atau Pengadilan Terakhir. Sebelum hari itu tiba, keselamatan diwartakan kepada semua orang, baik bagi orang hidup dan orang mati. Melalui para utusan Tuhan di dalam Gereja-Nya, Allah menawarkan sarana keselamatan, yakni di dalam firman dan sakramen. Amin

Pr.(Prister) Tarcisius Susena
Gembala Gereja Kerasulan Baru Indonesia (GKBI)
Sidang Petemon Surabaya

2 / 100 SEO Score