4 July 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dirut BPJS Kesehatan Rilis Buku Seluk Beluk Program JKN-KIS

9 / 100 SEO Score
dirut bpjs kes

Surabaya – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti meluncurkan buku yang berjudul “Menyulam Program Jaminan Kesehatan Nasional Menjadi Andalan dan Kebanggaan Bangsa Indonesia”. Dalam buku tersebut dipaparkan pentingnya keberadaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang bukan hanya jaminan perlindungan kesehatan, tetapi program andalan komprehensif dalam menjamin akses masyarakat terhadap kesehatan perorangan, baik bersifat promotif (mempromosikan kesehatan), preventif (mencegah jatuh sakit), kuratif (pengobatan bagi yang sakit), dan rehabilitatif (rehabilitasi dan pemulihan setelah mendapatkan pengobatan yang memadai).

Melalui kontribusi berbagai pihak dalam membangun sistem jaminan kesehatan nasional ini, Ghufron mengatakan program JKN-KIS tidak saja memberikan dampak terhadap pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, mengurangi biaya out of pocket, serta meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, literasi, dan derajat kesehatan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Komisi IX DPR, para tokoh, pemangku kepentingan, advokator, ilmuwan, organisasi profesi, aktivis serta penggerak jaminan kesehatan yang turut berkontribusi membangun dan mengembangkan sistem jaminan kesehatan nasional ini,” kata Ali Ghufron dalam acara peluncuran buku tersebut yang juga disiarkan secara daring, Selasa (17/5/2022).

Dalam buku tersebut, Ghufron menjabarkan pandangan pribadinya mengenai seluk beluk program JKN-KIS, mulai fondasi pemahaman awal seperti konsep dasar program JKN-KIS yang berbeda dengan asuransi kesehatan komersial, kelembagaan, tata kelola hubungan antarlembaga, regulasi, kolaborasi antarinstansi hingga upaya membangun persepsi yang baik di mata pemangku kepentingan maupun masyarakat luas.

Ghufron menjabarkan strategi untuk memperluas kepesertaan JKN-KIS, mencapai universal health coverage (UHC), meningkatkan mutu pelayanan, serta menjaga sustainabilitas program JKN-KIS. Sejumlah topik hangat seperti rencana implementasi paket manfaat berbasis Kebutuhan Dasar Kesehatan (KDK) dan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) juga diulas Ghufron secara khusus.

“Di samping itu, ekosistem digital jaminan kesehatan perlu dibangun untuk menghadirkan kemudahan, kecepatan, kenyamanan, peningkatan mutu, dan efisiensi dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Begitu pula dengan pengelolaan maha data (big data) di BPJS Kesehatan yang berguna untuk mendukung proses pengembangan inovasi, artificial intelligence, dan otomatisasi dalam berbagai aspek. Kompleksitas ekosistem digital jaminan kesehatan ini menggelitik saya untuk menuangkannya ke dalam buku,” ucap Ghufron.

Ghufron juga menyinggung tentang pengembangan klinik dan rumah sakit percontohan yang menerapkan ide baru sebagai benchmark bagi fasilitas kesehatan lainnya, termasuk bagaimana meningkatkan kesetaraan (equity) bagi peserta JKN-KIS dalam hal sarana, prasarana, SDM kesehatan, dan alat kesehatan di masing-masing daerah yang berbeda. Ghufron juga menulis uraian singkat tentang mulai bergesernya status pandemi Covid-19 menjadi endemi, yang tentu berdampak terhadap pelayanan kesehatan, pola pembiayaan, hingga sustainabilitas program JKN-KIS ke depannya.

Buku “Menyulam Program Jaminan Kesehatan Nasional Menjadi Andalan dan Kebanggaan Bangsa Indonesia” ini merupakan buah karya pertama yang ditulis Ghufron selagi menjabat sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan. Ghufron berharap, buku tersebut bisa menjadi legacy yang merefleksikan sejauh mana Indonesia telah melangkah demi mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas bagi penduduknya. Ia juga berharap, buku tersebut mampu memberikan manfaat terhadap upaya pengembangan maupun penyempurnaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan program JKN-KIS. Info/red

9 / 100 SEO Score