5 February 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPS Sebut Kebijakan Pemerintah Turunkan BBM, Agustus 2025, Jawa Timur Alami Deflasi 0,10 Persen

61 / 100 SEO Score
logo BPS
Logo Badan Pusat Statistik

Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat   Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,10 persen pada bulan Agustus 2025. Deflasi bulan ini lebih dalam dibandingkan deflasi yang juga terjadi pada bulan Agustus tahun sebelumnya sebesar 0,07 persen. Secara tahun kalender (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 1,44 persen, dan secara tahunan (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 2,17 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur,  Zulkipli menyebut, deflasi m-to-m bulan Agustus 2025  lebih karena sisi supply bukan demand

“Adanya panen beberapa komoditas horti, ditambah kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM  membuat deflasi bulan ini,” ujarnya dalam  siaran pers BPS Jatim, Senin (01/09/2025) BPS Jatim telah terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,76 pada Juli 2025 menjadi 108,65 pada Agustus 2025.

Deflasi bulan ini lebih dalam dibandingkan deflasi yang juga terjadi pada bulan Agustus tahun sebelumnya sebesar 0,07 persen. Secara tahun kalender (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 1,44 persen, dan secara tahunan (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 2,17 persen.

Dan Deflasi terjadi pada seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Bojonegoro, yaitu sebesar 0,23 persen.

“Deflasi terendah terjadi di Jember, yaitu sebesar 0,04 persen. Pada tingkat provinsi, sebanyak 27 provinsi termasuk Provinsi Jawa Timur tercatat mengalami deflasi m-to-m pada bulan Agustus 2025,” jelas Zulkipli.

Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,59 persen, dengan andil negatif 0,17 persen.

“Selain Beras dan Daging ayam, ada beberapa komoditas strategis yang  fluktuasi harganya dapat mempengaruhi terjadinya inflasi atau deflasi secara umum pada satu bulan. BPS tidak pernah prediksi, tapi biasanya data historis,” imbuhnya.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tertinggi yaitu kelompok pendidikan yang mengalami inflasi sebesar 0,49 persen dengan andil inflasi 0,04 persen.

Diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi sebesar 0,35 persen dengan andil inflasi 0,02 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi sebesar 0,06 dengan andi inflasi 0,01 persen.

Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Agustus 2025, adalah cabai rawit, tomat, telur ayam ras, bensin, dan bawang putih. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m, antara lain beras, daging ayam ras, akademi/perguruan tinggi, bawang merah, emas perhiasan, dan ketimun.

Nilai Tukar Petani turun

BPS turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Timur pada Agustus 2025 mencapai 114,38 atau turun 0,06 persen persen dibanding Juli 2025. Penurunan NTP terjadi karena penurunan indeks harga yang diterima petani (It) tercatat lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Penurunan It sebesar 0,32 persen, utamanya dipicu oleh penurunan harga komoditas cabai rawit, tomat, tebu dan ketela pohon. Sedangkan penurunan Ib sebesar 0,26 persen, disumbang oleh penurunan harga komoditas tomat sayur, cabai rawit, bensin, dan kacang panjang.

“Jika dilihat menurut subsektornya, maka subsektor tanaman pangan tercatat mengalami kenaikan tertinggi yaitu sebesar 4,36 persen, diikuti oleh subsektor perikanan naik sebesar 0,62 persen. Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan adalah subsektor hortikultura turun sebesar 15,34 persen, tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 1,52 persen, dan subsektor peternakan turun 0,28 persen,” pungkas Zulkipli. info/red

61 / 100 SEO Score