
Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), setiap tahunnya terjadi peningkatan belanja masyarakat, terutama produk pangan olahan yakni makanan dan minuman.
Untuk itu, BPOM melalui 73 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia melakukan intensifikasi pengawasan pangan secara serentak ke sarana peredaran online seperti gudang e-commerce maupun sarana peredaran konvensional seperti importir, distributor, dan ritel melalui pengawasan mandiri maupun pengawasan terpadu dengan lintas sektor di daerah.
“Sebagai upaya memberikan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat dalam berbelanja pangan olahan secara online, tahun ini intensifikasi pengawasan diperluas pada sarana gudang e-commerce, di samping pelaksanaan cyber patrol,” ucap Penny dalam acara konferensi pers “Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022”, Jumat (24/12/2021).
Penny menuturkan, perluasan target sarana ini menyesuaikan pergeseran tren belanja masyarakat dari konvensional menjadi serba online dengan target pengawasan pangan tanpa izin edar (TIE) atau ilegal, pangan kedaluwarsa dan pangan rusak.
Selama peringatan Nataru, Penny menuturkan, BPOM berkomitmen untuk senantiasa mengawasi keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, meski dalam masa darurat pandemi Covid-19.
Selain itu, BPOM mengimbau tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk menjaga petugas, pelaku usaha, dan masyarakat dari risiko penyebaran Covid-19.
“Mari bersama-sama melindungi diri dengan membeli pangan olahan yang aman dan bermutu dengan selalu menerapkan “Cek KLIK“ (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kadaluarsa sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan,” ucapnya. Info/red

Berita Lainnya
BEI Bidik Pilot dan Awak Kabin Pesawat Jadi Investor Saham
Ciputra Hospital Ajak Kaum Wanita Tetap Produktif Dimasa Menopause
Juli 2026, SPBU Wajib Campur Bioetanol 5% ke Bensin