20 April 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPJS Kesehatan Resmi Luncurkan SISCA JKN

65 / 100 SEO Score
990922 720
Ilustrasi : Kantor BPJS Kesehatan

Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi meluncurkan layanan digital terbaru bernama Smart Integrated Solution Customer Assistant (SISCA) JKN. Inovasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ini diluncurkan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

SISCA JKN hadir dalam bentuk avatar cerdas yang berfungsi memberikan berbagai informasi penting serta respons awal kepada pengguna layanan digital BPJS Kesehatan. Kehadiran inovasi ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui platform digital.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan, pengembangan teknologi kecerdasan buatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan. Menurutnya, penerapan AI tidak bertujuan menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat bantu guna memperkuat kinerja sumber daya manusia.

“Transformasi tersebut tidak hanya menyangkut aspek regulasi dan tata kelola, tetapi juga cara kita memanfaatkan teknologi dan data sebagai fondasi utama pengambilan keputusan. Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, hadirnya SISCA JKN diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kepada peserta melalui interaksi digital dalam Aplikasi Mobile JKN,” kata Ghufron.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan menjelaskan, selain SISCA JKN, pihaknya juga mengembangkan tiga inovasi digital berbasis AI lainnya, yakni SmartClaim JKN, Smart Analysis, dan Smart Insight.

“SmartClaim JKN merupakan sistem verifikasi klaim berbasis AI untuk membantu verifikator mempercepat proses verifikasi klaim JKN sekaligus meningkatkan kualitas pemeriksaan awal klaim. Sistem AI ini mendukung otomasi proses bisnis administrasi dan verifikasi klaim yang selama ini bersifat clerical check dan manual,” jelas Edwin.

Menurutnya, dengan dukungan AI, verifikator dapat lebih fokus pada klaim atau area yang memerlukan penelaahan lebih lanjut. Pada tahap awal implementasi, sistem tersebut masih memerlukan keterlibatan aktif verifikator dan akan terus disempurnakan secara bertahap.

Edwin menambahkan, keberadaan SmartClaim JKN juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas program JKN. Sementara itu, Smart Analysis dan Smart Insight dikembangkan untuk mempercepat analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Abdul Kadir yang turut hadir dalam peluncuran tersebut menyampaikan dukungannya terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Ia menilai, penggunaan AI akan membuat proses verifikasi klaim menjadi lebih singkat, akurat, dan presisi.

“Dengan adanya AI ini, pekerjaan verifikasi klaim jadi lebih mudah karena bisa dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat dengan akurasi yang presisi. Kita juga bisa mendeteksi lebih dini jika terjadi kecurangan di rumah sakit,” ujar Abdul Kadir.

Selain itu, ia menilai pemanfaatan AI dalam pelayanan juga dapat memangkas waktu dan jarak layanan bagi peserta. “Jika ada peserta yang membutuhkan informasi, tidak perlu datang ke kantor cabang karena dapat dilayani melalui AI,” katanya.

Respons positif juga disampaikan Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia menilai kehadiran SISCA JKN dan berbagai inovasi digital lainnya akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dan informasi.

“Ini memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses layanan kesehatan, informasi, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan legacy teknologi digital ini bisa terus dikembangkan ke depannya sebagai bagian dari perwujudan amanat undang-undang,” ujar Timboel. info/red

65 / 100 SEO Score