15 October 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Asap Karhutla Kepung Danau Toba, Jarak Pandang hingga 1 Km

59 / 100 SEO Score

danau toba tertutp asap

Medan – Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (14/10/2026). Kondisi ini mengganggu jarak pandang di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Silangit, Christy, mengatakan asap yang menyelimuti kawasan Danau Toba berasal dari titik panas di wilayah Sumatera bagian selatan. Asap terbawa angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.

“Asap yang terjadi di kawasan Danau Toba berasal dari titik panas yang terjadi di Sumatera bagian selatan. Arah angin yang berasal dari timur hingga tenggara mengakibatkan asap yang berasal dari Sumatera bagian selatan masuk ke wilayah kawasan Danau Toba,” kata Christy, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data pengamatan pada Selasa (13/10/2026), terdapat 2.253 titik panas di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel). Sementara itu, Jambi mencatat 187 titik panas, Kepulauan Bangka Belitung 134 titik panas, dan Lampung 132 titik panas.

Baca Juga: Hotspot Karhutla Sumsel Menurun, Gubernur Ungkap Asap Masih Mengganggu

Christy menyebut jarak pandang di kawasan Danau Toba pada Rabu berkisar 1-3 kilometer. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun perjalanan wisata di sekitar danau.

Selain mengganggu jarak pandang, asap karhutla juga berdampak pada kualitas udara di kawasan Danau Toba. Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Sumatera Utara pada Selasa (13/10/2026), kualitas udara berdasarkan konsentrasi partikel halus PM2.5 berada dalam kategori sedang pada pukul 00.00-17.00 WIB.

Kondisi kemudian memburuk pada malam hari. Kualitas udara tercatat masuk kategori tidak sehat pada pukul 18.00-21.00 WIB, sebelum mencapai kategori sangat tidak sehat pada pukul 22.00-23.00 WIB.

Partikel halus PM2.5 menjadi salah satu polutan yang perlu diwaspadai karena ukurannya sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi partikel ini dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit paru-paru atau jantung.

Imbauan BMKG untuk warga dan wisatawan

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Toba untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menggunakan masker.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan asap dan partikel polutan, khususnya ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan selama kondisi berasap.

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Danau Toba, kondisi cuaca dan kualitas udara perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Jarak pandang yang terbatas juga perlu diantisipasi oleh pengendara yang melintasi kawasan tersebut.

Masyarakat dapat memantau informasi terbaru mengenai cuaca, jarak pandang, dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG. Jika mengalami sesak napas, batuk yang memburuk, atau iritasi saluran pernapasan setelah terpapar asap, segera kurangi paparan dan cari pertolongan medis bila diperlukan. info/red

59 / 100 SEO Score