
Keluaran 3:2 (TB) “Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.”
INSPIRASI:
Jika kita pelajari lebih dalam lagi banyak kita temukan kata ‘api’ di dalam Alkitab, ‘api’ yang dimaksudkan tidak selalu dimaknai secara harafiah, yakni membakar atau memusnahkan. Tuhan juga menggunakan ‘api’ sebagai unsur untuk menyucikan dan memurnikan. Seperti tertulis: “Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.” (Yesaya 48:10).
Setiap orang percaya harus terlebih dahulu masuk dalam dapur kesengsaraan supaya sifat-sifat lama kita hilang. Seseorang yang sudah mengalami pemurnian dari Tuhan hidupnya pasti akan berbeda, baik itu sifat dan karakternya. Hidupnya telah dibaharui dengan firman Tuhan. Secitra dengan Tuhan, penuh hikmat Allah, rendah hati dan penuh kasih pada Allah dan sesama.
Pembentukan karakter melalui ‘api’ pemurnian ini memerlukan kerendahan hati kita, sehingga hati yang semula congkak dan sombong akan merendahkan diri kepada Tuhan untuk memohon kekuatan dan pertolonganNya.
Hampir semua tokoh besar di dalam Alkitab pernah merasakan dan mengalami kesengsaraan ketika mereka dimurnikan oleh api Roh Kudus, dan hasilnya menjadi indah. Inilah yang juga dirasakan Daud: “Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:67, 71).
Mari kita memberi diri untuk dimurnikan oleh ‘Api’ Roh Kudus. Meskipun ketika kita sedang diproses di dalam ‘api’ Roh Kudus terasa sakit atau merupakan ujian berat, tetapi apabila kita tetap tekun, setia dan mengandalkan Tuhan, akan menjadi indah pada waktu-Nya. Amin.
“Suara Gembala, Gereja Kerasulan Baru Surabaya”
(Pr. Tarcisius Susena)

Berita Lainnya
YHS Leadership Conference 2026 Perkuat Kepemimpinan Berkarakter Kristus
Acala Ring Dharma Bhinneka Tunggal Ika, Tanpa Ragu di Jalan Dharma Bhinneka Tunggal Ika
GMS Kota Kupang Hadirkan Saat Teduh Bersama Ps Philip Mantofa