13 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Acara Diskusi Bersama Buku “Rumpun Kupu-Kupu”

59 / 100 SEO Score

IMG 20251214 WA0006

Acara Diskusi Bersama Buku “Rumpun Kupu-Kupu

Surabaya – Pada hari Jumat, 12 Desember 2025 ada kehadiran sebuah karya buku “Rumpun Kupu-Kupu” ditulis oleh 12 penulis perempuan Indonesia menjadi satu taman kata dalam wujud buku. Perkumpulan cerita pendek berkisah tentang Perempuan yang hebat.

12 penulis perempuan Indonesia berkarya dalam satu buku Rumpun Kupu-Kupu, terdiri dari Ana Ratri Wahyuni, Anindita S Thayf, Intan Andaru, Muna Masyari, Ni Komang Ariani, Ninuk Retno Raras, Sasti Gotama, Titik Kartitiani, Vika Wisnu, Wina Bojonegoro, Yetti A.KA, dan Yuliani Kumudaswari.

Acara yang diselenggarakan oleh Padmedia Publisher berlokasi di auditorium IFI SURABAYA, jalan Ratna (Kompleks AJBS), pukul 16.00-18.00. Padmedia Publisher adalah penerbit indie berdiri sejak tahun 2013. Padmedia Publisher berfokus utama mendorong pemuda untuk berkarya, khususnya perempuan.

Acara diskusi buku “Rumpun Kupu-Kupu” dibuka pertunjukan salah satu tarian tradisional Indonesia dari daerah Bali oleh Swandayani.

Lalu dilanjut sambutan Mr Vincent dari Prancis melakukan apresiasi terhadap buku Rumpun Kupu-Kupu. Kesan pertama ia tentang buku tersebut ialah judul “Rumpun Kupu-Kupu” diterjemahkan ke bahasa Perancis untuk lebih dipahami namun sulit dipahami.

Awal diskusi buku “Rumpun Kupu-Kupu ” dipimpin oleh bu Ndindy. Narasumber pendiskusi ialah Ni Komang Ariani dan Don Aryadien. Awal diskusi tentang Asal mula pencipta kelompok penulis perempuan dari berbagai kota ialah 20 penulis. Kelompok tersebut diciptakan bertujuan untuk hari Perempuan Namun sayang banget hanya 12 penulis yang menyelesaikan cerita pendek.

Menurut Don Aryadien tentang kisah para perempuan di buku “Rumpun Kupu-Kupu” dengan latar belakang yang beragam dan karakter berbeda-beda. Namun setiap kisah karakter perempuan memiliki nasib yang sama dan menyelesaikan permasalahan secara mandiri.

Menurut beliau Tokoh-tokoh di buku tersebut mencurahkan perasaan dan kata-kata yang sulit disampaikan terhadap publik, saudara-saudari, maupun di media sosial.

Ditambahkan oleh Ni Komang Ariani ialah sebuah kritikan tentang pemerintahan oleh kaum perempuan. Karena terjadi Razim terhadap kaum perempuan yang lemah, identik tunduk terhadap negara. Kaum perempuan kurang berpikir kritis dan lain-lain. Namun dari buku tersebut ialah kaum perempuan berani berpendapat secara kritis

Melalui karya-karya mereka, penulis perempuan Indonesia ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan dan kemampuan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan hidup. Mereka ingin menginspirasi generasi muda, terutama perempuan, untuk mengeluarkan pendapat kritis terhadap dunia, terdiri keluarga, saudara, dan negara. Info/red/pram

59 / 100 SEO Score