
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah untuk terus meningkatkan volume ekspor dengan memfasilitasi para pelaku usaha untuk agresif memanfaatkan peluang ekspor yang ada.
Permintaan Presiden ini disampaikan dalam sambutannya ketika membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/20/2021) yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.
“Mulai didorong produk apa pun, didorong untuk berani berkompetisi memanfaatkan peluang ekspor yang ada. Sehingga, membuat produk kita dikenal dan kompetitif di pasar global,” ujarnya.
Lebih jauh Kepala Negara pun meminta daerah untuk memanfaatkan pertumbuhan ekspor nasional dengan sebaik-baiknya. Hal ini merujuk pada nilai eskpor Indonesia selama periode Januari- Agustus 2021 yang mencapai angka 142 miliar dolar AS atau tumbuh 37,7 persen year on year (YoY).
“Hampir semua negara sekarang ini membutuhkan komoditas-komoditas kita. Sehingga, jangan sampai ada daerah yang justru menghambat, membuat ruwet perizinan, tidak mendorong agar ekspor kita bisa berkembang dengan baik,” ungkap Presiden.
Menurut Presiden, potensi pasar ekspor masih terbuka lebar. Apalagi, mitra dagang Indonesia juga mulai banyak yang pulih. Republik Rakyat Tiongkok tumbuh 7,9%, Amerika Serikat (AS) tumbuh 12,2%, Jepang 7,6%, bahkan India tumbuh 20,1%.
“Peluang ini yang harus kita manfaatkan untuk mendorong komoditas kita, produk-produk kita masuk ke negara-negara yang tadi saya sebut,” ucapnya.
Ketidakpastian Dunia
Secara khusus Presiden mengingatkan bahwa dalam mengaktifkan kembali ekonomi, semua pihak perlu siaga menghadapi semua yang tidak pasti. Karena, dunia global sekarang ini penuh dengan keragu-raguan, ketidakpastian dan kompleksitas masalah yang sebelumnya tidak pernah terjadi.
“Akhir-akhir ini mulai terjadi di Eropa, China, krisis energi yang semua tidak diduga-duga. Tapi, kita diuntungkan karena harga komuditas naik. Daersh-daerah yang memiliki kelapa sawit, batubara, nikel senang semua. Karena, ekonomi yang punya komuditas akan naik semua.
Fokus Produk Unggulan
Lebih jauh Presiden menjelaskan, perdagangan antardaerah atau antarpulau penting untuk terus diperkuat dan dikembangkan.
Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat perdagangan antardaerah, antarkabupaten, antarprovinsi, antarpulau. Sebab, setiap daerah memiliki produk andalan sehingga saling menopang dan sekaligus dalam rangka melengkapi value chain nasional.
“Kita ini kan senengnya latah. Karet ramai, semua nanem (menanam) karet. Sawit ramai, semua nanem sawit. Sawit ambruk, semua juga ambruk. Karet harganya jatuh, semua juga ikut jatuh,” kata Presiden.
“Jangan seperti itu. Setiap daerah perlu fokus pada produk unggulannya agar bisa saling menopang dan saling melengkapi karena ketidakpastian tadi,” ujarnya.
Perkuat Kerjasama
Secara khusus Presiden Jokowi menyambut baik terselenggaranya Otonomi Expo 2021 yang diprakarsai Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Menurut Presiden, pameran ini merupakan ajang untuk memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah. Ajang untuk saling mengenal, saling bekerja sama dan memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah.
“Sekaligus juga memperkuat ekspor kita ke negara-negara lain termasuk perluasan pasar-pasar ekspor baru. Dan, jangan melupakan pasar dalam negeri yang sangat besar, sangat potensial karena jumlah penduduk Indonesia 270 juta dan kelasnya bertumbuh sangat pesat,” ungkapnya.
Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki pasar dalam negeri yang potensial. Menurut Presiden, hal ini harus dijadikan peluang untuk memperkuat industri dalam negeri. “Jangan sampai pasar yang besar ini diambil oleh produk-produk negara lain,” tuturnya.
Kepala Negara berharap dalam Otonomi Expo 2021, daerah tidak hanya menunjukkan produk dan objek wisata, tetapi juga menunjukkan bahwa iklim investasi, kepastian hukum, kepastian perizinan, penerapan digitalisasi makin membaik. Karena, masalah kepastian ini yang sangat dibutuhkan dunia usaha.
“Dengan cara ini, diselenggarakan expo ini juga kita harapkan bisa meningkatkan investasi di daerah dan mempercepat, membuka lapangan-lapangan kerja baru bagi masyarakat kita dan (mampu) menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi inisiatif Apkasi untuk segera menggerakkan perekonomian daerah. Namun, Kepala Negara mengingatkan bahwa sektor kesehatan juga harus terus diperhatikan.
“Perekonomian perlu diaktifkan dengan tetap waspada terhadap masalah kesehatan, disiplin protokol dan juga vaksinasi yang harus cepat dilanjutkan,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Info/red

Berita Lainnya
KPPU Gelar Sosialisasi Guna Perkuat Pemahaman Kemitraan dan Persaingan Usaha
HIPKI: Hilirisasi Kelapa Indonesia Masih Berpeluang Besar, Bahan Baku Masih Jadi Kendala
Pengemudi Ojol Tetap Dapat BHR Lebaran Meski Jadi Pengusaha Mikro