
Ottawa – Sebuah kejadian vandalisme perusakan sebuah gereja Katolik di Kanada menciptakan berkah tersendiri tatkala tindakan muncul tindakan simpatik dari komunitas Muslim di sana untuk membantu pemulihan gereja tersebut.
Gereja Katolik Roma St. Catherine of Siena tercatat dua kali mengalami tindakan perusakan gereja pada bulan April dan Mei ini. Tindakan ini mengakibatkan rusaknya dinding gereja, patung-patung, dan robeknya beberapa bagian Kitab Suci yang ada di sana.
Dari rekaman kamera keamanan di gereja polisi telah berhasil menangkap seorang pemuda setempat dan menjebloskannya ke penjara atas tuduhan kejahatan kebencian (hate crime).
Begitu mendengar peristiwa ini, sebuah komunitas muslim yang biasa beribadah di Masjid Sayeda Khadija Centre di Mississauga mendatangi gereja tersebut dan menyampaikan simpatinya. Tidak hanya itu, mereka juga membantu melalui donasi ribuan dollar yang digunakan untuk pemulihan bangunan gereja.
“hal itu merupakan kejadian yang sangat buruk. Orang yang melakukannya telah merobek-robek halaman Alkitab. Merusak altar. Dia melempari salib. Ketika saya melihat ini, saya pikir ini merupakan hal yang tidak benar. Ini salah. “ ujar Hamid Slimi, imam Masjid, ketika dimintai pendapat salah satu media setempat terkait perusakan gereja tersebut.
Donasi dari komunitas Muslim tersebut diserahkan langsung oleh Imam Hamid Slimi kepada Bapa Camillo Lando yang merupakan salah satu pimpinan di Gereja Katolik tersebut. Donasi berupa cek sebesar 5.000 dollar Kanada tersebut disebut oleh Imam Hamid Slimi sebagai bentuk perbuatan yang harus dilakukan oleh umat Muslim di manapun. Dia juga menambahkan bahwa orang beriman harus saling menghormati komunitas agama yang lain.
(Santo)
Sumber: Reuters, RT

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan Klaim Program JKN Makin Kuat Tembus 282,7 juta Jiwa Total Penduduk Indonesia
Piala Dunia 2026: Inggris, Belgia dan Amerika Serikat Susul ke 16 Besar
UKKKP UNESA Undang UK3 Untag dalam Unesa Cup 2026