26 October 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Apa yang Membuat One Grand Eastlakes Menarik bagi Investor?

One Grand Eastlakes05

Surabaya — Di tengah dinamika pasar properti global, investor tidak hanya mencari aset yang berpotensi mengalami kenaikan nilai (capital gain). Kemampuan sebuah properti menghasilkan pendapatan berulang (recurring income), mempertahankan penyewa, dan membuka peluang likuiditas juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kualitas investasi.

One Grand Eastlakes Shopping Centre—pusat belanja milik One Global Capital yang berlokasi di Sydney, Australia—menjadi bukti nyata potensi penciptaan nilai (value creation) melalui investasi properti yang strategis. Diakuisisi pada akhir 2024 senilai AU$19,5 juta, properti komersial ini mengalami kenaikan valuasi menjadi AU$33 juta pada akhir 2025, meningkat AU$13,5 juta atau sekitar 69% dari nilai akuisisi awal.

Tren positif ini berlanjut pada 2026,
ketika penilaian independen CBRE mencatat nilai properti mencapai AU$38 juta, naik AU$5 juta atau sekitar 15% dibandingkan valuasi di akhir 2025. Secara keseluruhan, nilai One Grand Eastlakes Shopping Centre telah meningkat AU$18,5 juta atau sekitar 95% sejak diakuisisi.

Perkembangan ini mencerminkan potensi apresiasi nilai aset yang signifikan, sekaligus menegaskan pentingnya strategi akuisisi yang tepat dalam mengoptimalkan nilai investasi properti secara berkelanjutan.

Valuasi aset ini telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai akuisisi awal dalam waktu kurang dari dua tahun. Perkembangan tersebut menempatkan pengelolaan aset, kualitas penyewa, dan strategi investasi jangka menengah, sebagai aspek penting untuk dicermati dalam investasi properti komersial Australia.

Bukan Sekadar Kenaikan Valuasi
Bagi Iwan Sunito, Chairman dan Group CEO One Global Capital, perkembangan One Grand Eastlakes—sebelumnya bernama One Global Gallery—berkaitan erat dengan strategi yang dirancang sejak awal akuisisi.

“Pencapaian ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi perusahaan dan para investor. Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan. Perkembangan valuasi ini menjadi salah satu indikator yang perlu dievaluasi bersama kinerja operasional dan kondisi pasar,” ujar Iwan Sunito.

Selain valuasi, kinerja operasional menjadi bagian penting dari rekam jejak One Grand Eastlakes Shopping Centre, di mana tingkat okupansi pusat ritel ini telah mencapai 100%, dengan supermarket ALDI dan Woolworths sebagai penyewa utama. Tak hanya itu, omzet bulanan Woolworths pun mengalami peningkatan dari sekitar AU$150.000 menjadi lebih dari AU$520.000 sejak awal pengambilalihan.

Mengenai potensi realisasi nilai aset tersebut, Rob Pignataro, Managing Agent dari Strathfield Partners—yang telah menerima mandat untuk memasarkan dan menjual pusat perbelanjaan ini—menyoroti keunikan One Grand Eastlakes di pasar properti ritel Sydney.

“Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m² seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisaran AU$40 juta hingga AU$46 juta,” ujar Rob Pignataro.

Rencana divestasi ini merupakan bagian dari mandat investasi (investment mandate) yang telah ditetapkan sejak awal, yakni periode kepemilikan selama tiga tahun dengan tujuan merealisasikan nilai investasi dan mengembalikan modal kepada para investor (sell and return).
One Grand Eastlakes Shopping Centre dirancang sebagai investasi dengan horizon kepemilikan hingga akhir 2027. Seiring dengan perkembangan valuasi aset dan prospek realisasi nilai yang semakin terbuka, One Global Capital kini mempertimbangkan sejumlah opsi strategis bersama para pemegang saham untuk menentukan langkah yang paling optimal bagi kepentingan investor.

Selain opsi penjualan, perusahaan juga membuka kemungkinan memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun. Opsi ini dapat dipertimbangkan apabila para pemegang saham menilai bahwa tambahan waktu berpotensi memberikan ruang untuk mengoptimalkan nilai aset dan hasil investasi.

Pada akhirnya, keputusan untuk merealisasikan keuntungan melalui penjualan atau mempertahankan aset untuk periode yang lebih panjang, akan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap prospek pendapatan, harga jual yang realistis, biaya transaksi, serta potensi hasil bersih yang dapat didistribusikan kepada investor.

Pendekatan ini menegaskan bahwa strategi investasi One Global Capital tidak hanya berorientasi pada peningkatan valuasi aset, tetapi juga pada optimalisasi realisasi nilai dan pengembalian investasi bagi para pemegang saham.
Keberhasilan One Grand Eastlakes Membuka Peluang Investasi Berikutnya

Dampak dari kinerja One Grand Eastlakes Shopping Centre tidak hanya tercermin pada perkembangan valuasi. Menurut Iwan Sunito, pihaknya kini mulai mendapat banyak pertanyaan dari calon investor mancanegara, seperti dari Timur Tengah ataupun Amerika Serikat, yang tertarik menjajaki peluang investasi bersama One Global Capital.

“Kesuksesan One Grand Eastlakes Shopping Centre telah memancing ketertarikan dari calon investor lintas negara. Mereka mulai menghubungi kami untuk mencari tahu peluang investasi berikutnya. Bagi kami, ini bukan sekadar tentang kenaikan valuasi sebuah aset, tetapi juga tentang membangun kepercayaan melalui strategi akuisisi, pengelolaan aset, dan penciptaan nilai yang terukur,” ujar Iwan.

Ketertarikan tersebut menjadi salah satu pertimbangan One Global Capital dalam mempersiapkan gebrakan berikutnya. Salah satunya dengan rencana peluncuran proyek terbaru di Sydney, One Five Dock, pada pertengahan 2027.

“Kami melihat adanya peluang untuk membawa momentum ini ke tahap berikutnya melalui One Five Dock Masterplan Project. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para investor untuk menjajaki peluang baru melalui portofolio kami, dengan tetap mengedepankan fundamental aset dan disiplin investasi,” tambahnya.

Bagi perusahaan, langkah ini bukan semata-mata memperluas portofolio, melainkan membangun kesinambungan strategi investasi yang bertumpu pada pemilihan aset, pengelolaan yang disiplin, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Pasar Properti Komersial Australia dalam Perspektif yang Lebih Luas
One Grand Eastlakes Shopping Centre berkembang di tengah pasar properti komersial Australia yang tetap menarik perhatian investor, meskipun kondisi pembiayaan dan perekonomian global masih dinamis.

Mengutip data CBRE Australia, investasi properti komersial Australia pada semester pertama 2026 meningkat 16% secara tahunan menjadi AU$19 miliar.
Di sektor ritel, pusat perbelanjaan yang melayani kebutuhan sehari-hari, memiliki karakteristik yang berbeda dibanding pusat belanja yang menawarkan hiburan dan gaya hidup. Kehadiran tenant supermarket dan penjual kebutuhan pokok, berpotensi mendukung arus kunjungan yang relatif konsisten, meskipun kinerja setiap aset tetap dipengaruhi lokasi, persaingan, kondisi penyewa, dan struktur sewa.

Bagi investor Indonesia yang mempertimbangkan diversifikasi ke luar negeri, memahami karakteristik aset dan risiko pasar menjadi sama pentingnya dengan melihat potensi apresiasi modal.
Lantas, mengapa properti ritel berbasis komunitas menarik bagi investor Indonesia? Fitri Hilman, Director, Commercial Services, Savills Indonesia, menilai segmen ini layak dicermati karena didukung oleh kebutuhan sehari-hari masyarakat dan potensi pendapatan sewa yang berulang (recurring income).

“Dalam menilai properti ritel berbasis komunitas (community retail asset), investor perlu melihat lebih dari sekadar lokasi. Kualitas dan keberlanjutan bisnis penyewa, kesesuaian tenant mix dengan kebutuhan masyarakat sekitar, tingkat okupansi, serta potensi pertumbuhan pendapatan sewa menjadi faktor penting. Bagi investor Indonesia yang ingin melakukan ekspansi ke pasar Australia, aset seperti ini dapat menawarkan peluang untuk memperoleh pendapatan sewa yang relatif stabil, sepanjang didukung oleh fundamental lokasi dan pengelolaan aset yang baik,” ujar Fitri Hilman.

Berdasarkan perspektif tersebut, daya tarik investasi lintas negara tidak seharusnya dinilai hanya dari kenaikan valuasi. Investor juga perlu memahami risiko nilai tukar, biaya pendanaan, pajak, biaya pengelolaan, serta likuiditas saat aset akan dijual.
Membangun Kepercayaan untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Perjalanan One Grand Eastlakes Shopping Centre memperlihatkan bagaimana strategi akuisisi dan pengelolaan aset dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai dalam investasi properti komersial. Rencana peluncuran One Five Dock pada pertengahan 2027 menjadi langkah yang dipersiapkan perusahaan, di tengah meningkatnya ketertarikan calon investor lintas negara.

“Pada akhirnya, kepercayaan investor tidak dibangun hanya melalui proyeksi, tetapi melalui kemampuan menunjukkan bagaimana sebuah strategi dijalankan dan nilai diciptakan. One Grand Eastlakes Shopping Centre menjadi bagian dari perjalanan tersebut, sementara One Five Dock merupakan langkah berikutnya yang kami persiapkan untuk 2027,” tutup Iwan.

Bagi calon investor Indonesia, pertanyaan yang relevan bukan hanya seberapa tinggi nilai sebuah properti dapat meningkat, melainkan juga seberapa kuat fundamental aset tersebut, bagaimana pendapatannya dihasilkan, dan pada kondisi seperti apa nilai itu dapat direalisasikan.

Di situlah kualitas pengelolaan, transparansi informasi, dan disiplin dalam mengambil keputusan investasi menjadi faktor penentu.info/red