1 October 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dosen UK Petra Sebut Debu Vulkanik Sangat Berbahaya Bagi Mesin Pesawat

55 / 100 SEO Score

1000773158

Surabaya – Abu vulkanik dan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan.

Dosen Teknik Mesin Universitas Kristen Petra, Hariyo Priambudi Setyo Pratomo, S.T., M.Phil., menjelaskan bahwa material partikulat yang terbawa angin dapat memasuki ruang udara yang dilalui pesawat dan berdampak pada mesin, sensor, bodi pesawat, hingga sistem komunikasi dan navigasi. Tingkat risikonya bergantung pada jenis material, ukuran dan konsentrasi partikulat, durasi paparan, ketinggian, serta posisi pesawat terhadap sumber kontaminasi.

Menurut Hariyo, abu vulkanik mengandung serpihan batu, mineral kompleks, dan pecahan kaca vulkanik yang tajam. Sementara asap Karhutla terdiri atas campuran partikel, gas seperti karbon monoksida dan karbon dioksida, aerosol, serta udara panas turbulen. Ketika material tersebut terhisap mesin jet, partikel dapat menyebabkan abrasi pada bilah kompresor, mengganggu aliran udara, menurunkan efisiensi pembakaran, bahkan berpotensi menyebabkan hilangnya daya dorong.

“Keduanya, tergantung tingkat kepekatannya, jika tersedot masuk mesin pesawat memiliki potensi menghentikan jantung utama pesawat di udara,” ujarnya.

Dampaknya juga dapat mengenai komponen lain, seperti kaca kokpit, sensor kecepatan dan temperatur, serta sistem komunikasi. Karena itu, pesawat yang terindikasi terpapar abu vulkanik atau asap Karhutla perlu menjalani inspeksi menyeluruh sebelum kembali dioperasikan, termasuk pemeriksaan mesin, sensor, filter udara, serta potensi erosi dan korosi.

Hariyo menekankan pentingnya pembaruan data sebaran abu secara waktu nyata, pengalihan rute penerbangan bila diperlukan, dan pembersihan landasan pacu secara cermat.

“Radar navigasi standar tidak dirancang untuk mendeteksi awan abu vulkanik atau asap di jalur jelajah, sehingga disiplin mitigasi dan ketelitian inspeksi pascapaparan menjadi benteng utama keselamatan penerbangan,” katanya. Info/red

55 / 100 SEO Score