
Jakarta — Komjen Pol Suyudi Ario Seto menapaki babak baru dalam kariernya di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jenderal polisi bintang tiga yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse itu kini diusulkan menjadi calon tunggal Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan, pimpinan DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) tertanggal 30 September 2026 terkait usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Komisi III kemudian menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi pada Kamis (1/10/2026).
Jika proses di DPR berjalan sesuai ketentuan, Suyudi akan menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sebagai Kapolri sejak 2021. Penunjukan tersebut sekaligus menempatkan Suyudi pada posisi strategis setelah sebelumnya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Karier Panjang dari Dunia Reserse
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebagian besar perjalanan kariernya dibangun melalui fungsi reserse, terutama di lingkungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Ia pernah mengemban sejumlah jabatan, mulai dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, hingga Kanit Resmob Bareskrim Polri. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke sejumlah jabatan kewilayahan, termasuk Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan.
Pada periode 2014–2017, Suyudi dipercaya memimpin sejumlah kesatuan kewilayahan. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Pengalaman di bidang penyidikan kembali membawanya ke jajaran strategis Bareskrim. Suyudi pernah menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Ia kemudian dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dari Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten
Karier Suyudi berlanjut ke posisi pimpinan tingkat polda. Pada 2023, ia dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia mendapat promosi sebagai Kapolda Banten.
Namun, masa tugasnya sebagai Kapolda Banten tidak berlangsung panjang. Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi menjadi Perwira Tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur organisasi. Posisi Kapolda Banten kemudian diisi Brigjen Pol Hengki.
Tak lama berselang, Presiden Prabowo menunjuk Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025. Jabatan tersebut membawa Suyudi keluar dari struktur organisasi Polri untuk memimpin lembaga yang memiliki tugas utama dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Sempat Membantah Isu Bursa Kapolri
Nama Suyudi sebenarnya sudah pernah mencuat dalam isu pergantian Kapolri pada September 2025. Ketika itu, sejumlah pemberitaan menyebut namanya sebagai salah satu sosok yang masuk bursa pengganti Listyo Sigit.
Namun, Suyudi saat itu membantah kabar tersebut. Ia menyatakan fokus menjalankan tugas sebagai Kepala BNN. Pada periode yang sama, pemberitaan mengenai adanya Surpres pergantian Kapolri juga dibantah oleh pihak pemerintah dan pimpinan DPR.
Situasinya berubah pada 1 Oktober 2026. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengonfirmasi bahwa DPR telah menerima Surpres dari Presiden Prabowo tertanggal 30 September 2026. Dalam proses yang berlangsung di DPR, Suyudi menjadi satu-satunya nama yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri.
Dengan demikian, perjalanan Suyudi kini memasuki fase penentuan. Dari seorang perwira yang sebagian besar kariernya ditempa di dunia reserse, kemudian memimpin sejumlah wilayah strategis, menjabat Kapolda Banten, hingga memimpin BNN, Suyudi kini diusulkan untuk menduduki posisi tertinggi di tubuh Polri. Info/red

Berita Lainnya
Denda Pajak Kendaraan Bermotor Jatim Diputihkan, Berlaku Mulai 1 Oktober
Penuhi Kebutuhan Akan Air Bersih Pemkab Kediri Salurkan Bantuan Air Bersih
Anggota DPRD Malang dan Banyuwangi Dikabarkan Ditangkap Terkait Narkoba