
Surabaya – Persoalan kesehatan mental dapat dialami siapa saja tanpa memandang usia, profesi, maupun kondisi ekonomi. Tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, beban ekonomi, hingga minimnya waktu untuk beristirahat menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Direktur Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono, drg. Vitria Dewi, M.Si, mengatakan persoalan kesehatan mental tidak hanya dialami tenaga kesehatan (nakes), tetapi juga pengusaha, pendidik, mahasiswa, hingga masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Semua profesi memiliki masalah masing-masing, dan daya tahan setiap orang dalam menghadapi masalah juga tidak sama,” ujar Vitria, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, tekanan kehidupan saat ini semakin kompleks. Selain tuntutan pekerjaan, masyarakat juga dihadapkan pada persoalan ekonomi dan keluarga. Di sisi lain, kesempatan untuk beristirahat atau sekadar memiliki waktu untuk diri sendiri semakin terbatas.
Kondisi tersebut, kata Vitria, juga menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Di tengah tuntutan pelayanan dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap hak-haknya, setiap petugas dituntut tetap bekerja sesuai standar operasional sekaligus mampu membangun komunikasi yang baik dengan pasien.
“Tenaga kesehatan juga manusia. Mereka bisa mengalami tekanan, kelelahan, maupun persoalan pribadi yang berpengaruh terhadap kondisi psikologis,” jelasnya.
Karena itu, Vitria menilai akses terhadap layanan psikologis perlu dibuka seluas-luasnya. Masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami gangguan yang berat untuk mulai berkonsultasi mengenai kondisi mentalnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Rumah Sakit Prof. dr. Moeljono menyediakan layanan konsultasi dengan psikolog secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Layanan ini diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi, sekaligus mendapatkan pendampingan profesional tanpa terbebani persoalan biaya.
Vitria mengajak masyarakat untuk tidak menganggap persoalan kesehatan mental sebagai sesuatu yang memalukan. Menurutnya, mencari bantuan ketika seseorang merasa tidak mampu menghadapi tekanan seorang diri merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan. info/red

Berita Lainnya
BPJS Kesehatan dan Pos Indonesia Luncurkan Program NADI JKN di Banyuwangi
Bupati Kediri Mas Dhito Berikan Arahan Kepala Puskesmas dan Camat se-Kediri
Tanggal 3 Agustus Diperingati Sebagai Hari Peduli Sindrom CLOVES