5 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

UKWM Surabaya Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

60 / 100 SEO Score

1942 UKWMS

Surabaya – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memperkuat kualitas akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar baru pada Kamis (6/8/2026). Penambahan profesor ini menjadi bagian dari strategi kampus menghadapi persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif, sekaligus mempercepat target memiliki guru besar di setiap program studi.

Tiga akademisi yang akan dikukuhkan berasal dari tiga fakultas berbeda, yakni Prof. Ir. Dian Retno Sari Dewi, S.T., M.T., Ph.D., IPM di bidang Supply Chain Engineering, Prof. Dr. Ignatius Srianta, S.TP., M.P. di bidang Mikrobiologi Pangan, serta Prof. Dr. apt. Lannie Hadisoewignyo, S.Si., M.Si. di bidang Teknologi Farmasi Sediaan Solida.

Prosesi pengukuhan akan berlangsung di Widya Mandala Hall, Kompleks Kampus UKWMS Pakuwon City pada Kamis (6/8/2026).

Rektor UKWMS, apt. Sumi Wijaya,S.Si., Ph.D., Apt. mengatakan, penambahan tiga guru besar tersebut membuat jumlah profesor di UKWMS bertambah signifikan sepanjang 2026. Dalam masa kepemimpinannya sejak 2025, universitas telah melahirkan lima guru besar baru.

“Tahun ini, dengan tambahan tiga guru besar, jumlah profesor kami bertambah sekitar lima orang. Ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik universitas,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (4/8/2026).

Meski mencatat penambahan profesor, Sumi mengakui laju pertumbuhan guru besar di UKWMS masih perlu dipercepat. Kampus yang telah berusia 66 tahun itu kini menargetkan setiap dari 40 program studi memiliki sedikitnya satu guru besar.

Target tersebut menjadi fondasi pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami memang harus mengakui penambahan guru besar masih relatif lambat. Namun kami berharap jumlah profesor di UKWMS terus bertambah sehingga setiap program studi memiliki guru besar,” katanya.

Dalam jangka menengah, UKWMS juga menargetkan memiliki sekitar 20 profesor sebagai kekuatan utama pengembangan akademik dan riset universitas.

Untuk mempercepat lahirnya guru besar baru, UKWMS bersama yayasan menyiapkan berbagai program pendampingan bagi dosen.

Strategi tersebut meliputi coaching clinic agar dosen lebih kompetitif memperoleh hibah penelitian nasional maupun internasional, subsidi biaya publikasi ilmiah (article processing charge/APC) di jurnal bereputasi internasional, hingga pemberian insentif bagi dosen yang berhasil meraih jabatan profesor.

“Kami memberikan pendampingan memperoleh hibah penelitian, subsidi biaya publikasi jurnal internasional, serta penghargaan bagi dosen yang berhasil menjadi profesor,” jelas Sumi.

Jawab Tantangan Persaingan Perguruan Tinggi

Menurut Sumi, penguatan jumlah guru besar bukan sekadar mengejar statistik akademik, melainkan menjadi indikator kualitas perguruan tinggi di tengah perubahan lanskap pendidikan tinggi nasional.

Ia menilai kompetisi antarperguruan tinggi semakin ketat, terutama setelah banyak perguruan tinggi negeri berstatus badan hukum yang dituntut lebih mandiri dalam pembiayaan. Di sisi lain, jumlah calon mahasiswa tidak tumbuh secepat peningkatan jumlah institusi pendidikan tinggi.

“Melalui penambahan guru besar, kami ingin menunjukkan kualitas perguruan tinggi. Yang lebih penting, karya para profesor ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dunia usaha, dan dunia industri,” tegasnya.

Sementara itu ketiga guru besar yang dikukuhkan membawa fokus riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

Prof. Ignatius Srianta meneliti Peran Strategis Mikrobiologi Pangan dalam Pembangunan Sistem Pangan Berkelanjutan, melalui penelitian terkait peran mikrobiologi pangan dalam meningkatkan keamanan pangan di masyarakat, termasuk pemanfaatan biji durian sebagai hasil samping pengolahan pangan untuk bioekonomi sirkular.

Prof. Dian Retno Sari Dewi meneliti Transformasi Product Service-System Supply Chain untuk Mewujudkan Keunggulan Industri Berkelanjutan melalui mobilitas transportasi masyarakat yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Lannie Hadisoewignyo mengangkat nilai farmasetika Pisang Agung Semeru melalui pengembangan Eksipien Multifungsi dan Eksplorasi Potensi Antidepresan, dimana limbah kulit pisang jadi bahan baku farmasi dan produk minuman kekinian.

Selain memperkuat jumlah guru besar, UKWMS juga tengah menyiapkan pembukaan sejumlah program akademik baru, di antaranya Program Magister Farmasi, Program Magister Teknologi Pertanian, serta program pendidikan dokter spesialis. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, universitas menargetkan menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru di 40 program studi. Info/red

60 / 100 SEO Score