2 August 2026

PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

SMARTFREN Run 2026 Terapkan Zero Waste to Landfill

59 / 100 SEO Score

SMARTFREN Run 2026 Terapkan Zero Waste to Landfill

Surabaya – SMARTFREN Run 2026 mencatatkan capaian dalam penerapan konsep ramah lingkungan dengan mengelola seluruh sampah yang dihasilkan tanpa mengirimkan satu pun ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Ajang lari yang diikuti sekitar 7.500 peserta itu berhasil mengolah lebih dari 2,19 ton sampah sekaligus mencegah emisi gas rumah kaca hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Kegiatan yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 5 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari komitmen PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui brand SMARTFREN dalam menerapkan prinsip Zero Waste to Landfill. Pengelolaan sampah dilakukan bersama Waste4Change sebagai implementasi strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan keberhasilan sebuah event kini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan setelah kegiatan berakhir.

“Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab apabila prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” kata Merza dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2026).

Menurutnya, SMARTFREN Run tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus peduli terhadap lingkungan. Perusahaan berharap praktik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penyelenggara kegiatan lain untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, panitia menempatkan fasilitas pemilahan sampah di sejumlah titik strategis. Seluruh sampah kemudian dikirim ke Material Recovery Facility untuk dipilah sebelum diproses sesuai jenisnya.

Material yang masih memiliki nilai ekonomi didaur ulang melalui mitra pengelola, sementara sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF). Adapun sampah residu diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif sehingga tidak ada sampah yang berakhir di TPA.

Dari total 2.190,1 kilogram sampah yang terkumpul, sekitar 1,19 ton atau 54,2 persen berhasil didaur ulang. Sebanyak 370 kilogram atau 16,9 persen diolah menjadi kompos dan media budidaya BSF, sedangkan sekitar 634 kilogram atau 29 persen dimanfaatkan menjadi RDF. Dengan sistem tersebut, seluruh sampah yang dihasilkan selama acara berhasil dialihkan dari TPA.

Pendekatan tersebut juga menghasilkan dampak lingkungan yang terukur dengan mencegah emisi gas rumah kaca mencapai 3.996 kilogram CO2e atau hampir 4 ton karbon dioksida ekuivalen.

Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, menilai keberhasilan pengelolaan sampah pada event berskala besar memerlukan sistem yang dirancang sejak tahap awal.

“Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur,” ujarnya.

Selain pengolahan pascaacara, edukasi kepada peserta juga menjadi bagian dari penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026. Petugas ditempatkan di berbagai titik untuk membantu peserta, kru, tenant, dan mitra memilah sampah sesuai kategorinya sehingga proses pemanfaatan kembali dapat berjalan lebih optimal.

Melalui penerapan konsep Zero Waste to Landfill, XLSMART menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam berbagai aktivitas perusahaan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga berskala besar dapat dilakukan secara lebih ramah lingkungan melalui kolaborasi, perencanaan yang matang, dan sistem pengelolaan sampah yang terukur. info/red

59 / 100 SEO Score