
Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menilai bahwa program Sekolah Rakyat (SR) merupakan program pemerintah pusat untuk mencegah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem mengalami putus sekolah.
“Bagaimanapun pendidikan merupakan cara untuk memutus mata rantai kemiskinan,” kata Haninditho saat menghadiri open house di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri, Selasa.
Ia menambahkan konsep serupa sebelumnya juga telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Di sekolah itu, para pelajar yang juga berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan fasilitas pendidikan serta beasiswa.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri tidak hanya menerima siswa jenjang SMA, tetapi juga siswa SD dan SMP. Total terdapat 248 siswa baru yang terdiri atas 23 siswa SD, 107 siswa SMP, dan 118 siswa SMA.
“Sekolah Rakyat ini akan kita kawal penuh, hari ini kita full team untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya sekadar berjalan, tapi program ini adalah program yang berhasil,” ujar sosok yang akrab disapa Mas Dhito itu.
Ia menjelaskan, indikator keberhasilan program tersebut adalah ketika anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan mampu menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Mas Dhito menambahkan Pemerintah Kabupaten Kediri akan terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan seluruh kebutuhan pendidikan para siswa dapat terpenuhi secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Pusat akan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri Fadeli memaparkan bahwa sekolah tersebut juga memiliki 99 siswa angkatan pertama yang kini duduk di kelas XI SMA. Seluruh siswa yang diterima merupakan hasil penjangkauan dan berasal dari keluarga miskin ekstrem.
Fadeli mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri yang tidak hanya menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah, tetapi juga membantu pemenuhan tenaga pendidik melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
“Terima kasih Mas Bup, kami telah didukung enam guru kelas SD, kemudian satu guru PJOK dan 13 guru SMP,” kata Fadeli. info/red

Berita Lainnya
Inovasi Oven Pengeringan Kerupuk Tingkatkan Kualitas Produksi dan Efisiensi Waktu
Atasi Polusi Asap Sampah, Mahasiswa Untag Surabaya Terapkan Rocket Stove di Desa Kertosono Gresik
Implementasi Teknologi Rocket Stove dalam Mendukung Kemandirian Energi Masyarakat Desa Kertosono