
Gresik, Pustakalewi News – Peran seorang ibu dalam tatanan keluarga sering kali menjadi pilar utama yang menopang stabilitas domestik, mulai dari mengelola manajemen rumah tangga, mengasuh anak, hingga mendukung aspek ekonomi keluarga. Di tengah padatnya aktivitas sosial dan domestik tersebut, kaum ibu kerap kali dihadapkan pada situasi tidak terduga yang memicu tekanan mental dan ketidakstabilan emosional. Melihat hal tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyadari pentingnya aspek psikologis ini, sehingga mereka hadir membawa solusi preventif yang edukatif.
Melalui program kerja Subkelompok 4, tim mahasiswa yang beranggotakan Michel, Satria, Deva, dan Bima menginisiasi sebuah kegiatan sosialisasi dan workshop interaktif bertajuk “Peningkatan Kesehatan Mental dan Regulasi Emosi dengan Pelatihan Journaling“. Kegiatan ini secara khusus memberikan pengarahan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, sebagai agen perubahan utama di lingkungan keluarga mereka.
Dalam dinamika sosial kemasyarakatan di pedesaan, ibu-ibu PKK memegang peranan multi-peran yang sangat aktif. Kompleksitas ini membuat mereka rentan mengalami kelelahan mental (burnout) jika tidak dibekali dengan kemampuan manajemen emosi yang baik. Berbagai situasi tidak terduga, seperti permasalahan finansial, dinamika tumbuh kembang anak, hingga konflik interpersonal di lingkungan sosial, memerlukan respons psikologis yang matang dan tenang.
Harapan utama dari pengabdian Subkelompok 4 ini adalah membekali ibu-ibu PKK dengan instrumen psikologis sederhana namun berdampak besar. Sehingga ketika dihadapkan pada krisis atau situasi tak terduga, mereka mampu mengontrol emosi secara sadar (mindful) sebelum mengambil tindakan, bukan sekadar merespons secara impulsif.
Pelatihan ini memperkenalkan metode journaling (penulisan jurnal emosi) sebagai bentuk terapi ekspresif mandiri yang murah, praktis, namun memiliki landasan ilmiah yang kuat dalam ilmu psikologi. Penulisan jurnal terbukti mampu menurunkan aktivitas amigdala (pusat emosi di otak) dan mengaktifkan korteks prefrontal yang bertanggung jawab atas penalaran logis dan pemecahan masalah.
Dalam pelatihan ini, Michel dan kawan-kawan membagikan panduan taktis mengenai beberapa teknik penulisan jurnal emosi yang mudah diterapkan di sela-sela kesibukan rumah tangga, di antaranya:
– Brain Dumping: Mengeluarkan seluruh isi pikiran, kecemasan, dan kekesalan secara bebas ke atas kertas tanpa perlu memikirkan struktur kalimat atau tata bahasa, guna mengurangi beban kognitif yang menumpuk.
– Gratitude Journaling (Jurnal Syukur): Menuliskan hal-hal positif yang disyukuri setiap harinya untuk mengalihkan fokus otak dari bias negatif ke aspek-aspek kehidupan yang membahagiakan.
– Refleksi Regulasi: Mengidentifikasi pemicu emosi (triggers) saat situasi tidak terduga terjadi, merekam respons fisik yang dirasakan, dan merumuskan langkah penyelesaian yang rasional untuk masa depan.
Pelaksanaan program sosialisasi ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pengurus dan anggota PKK Desa Kertosono. Diskusi interaktif yang terbangun selama sesi pelatihan menunjukkan betapa besarnya kebutuhan ruang aman bagi kaum perempuan untuk mengekspresikan dinamika batin mereka tanpa takut dihakimi.
Harapan jangka panjang dari tim KKN Untag Surabaya Subkelompok 4 adalah terbentuknya ekosistem keluarga yang sehat secara mental di Desa Kertosono. Dengan ibu yang memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik, pola asuh anak akan menjadi lebih positif, komunikasi antar anggota keluarga menjadi lebih harmonis, dan ketahanan sosial desa meningkat secara signifikan. Inovasi sederhana ini membuktikan bahwa pengabdian akademisi di tingkat desa tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, melainkan juga menyentuh aspek fundamental kemanusiaan: kesejahteraan jiwa masyarakat.
Penulis: Bima Putra Purnawirawan

Berita Lainnya
Komunikasi di Tengah Kendala: Dinamika Interaksi Mahasiswa Untag Surabaya dengan Masyarakat Pesisir Gresik
Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Panduan Oven Pengering Ikan Asin untuk Warga Kertosono
Ketika Bermain Menjadi Jembatan Kesembuhan: Pendampingan Psikologis Anak dengan Kanker di YPKAI Surabaya Jawa Timur