
Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyalurkan sebanyak 200 ton benih jagung kepada para petani di kabupaten ini sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengemukakan benih jagung dari pemerintah tersebut diperuntukkan bagi 683 kelompok tani di 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. Bantuan benih senilai Rp19 miliar tersebut untuk membantu petani.
“Kami tidak berhenti di sini, karena setelah benih kami masih memiliki bantuan nanti alsintan (alat dan mesin pertanian) jumlahnya nanti ditunggu saja,” katanya setelah menyalurkan bantuan benih jagung secara simbolis kepada empat kelompok tani (poktan) di lahan pertanian Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa.
Ia menambahkan, benih jagung yang didistribusikan itu cukup untuk menanam jagung di lahan petani dengan luas 13.300 hektare. Pemkab Kediri mendukung petani untuk menanam jagung sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Kediri, guna mendukung ketahanan pangan.
Ia juga mengatakan bahwa selain benih jagung dan pemberian alat dan mesin pertanian, pemerintah juga mendampingi untuk pengolahan lahan maupun penyediaan pupuk.
Selain itu, pemerintah juga memastikan harga pascapanen untuk komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Kediri bisa tetap stabil, sehingga petani juga mendapatkan keuntungan.
Ia berharap setelah panen, petani tetap mendapatkan kepastian harga. Pemerintah telah berkoordinasi untuk penyerapan jagung dari petani dengan harga yang telah ditentukan.
“Pascapanen ini biasanya (yang dikeluhkan petani) harga tidak menentu. Untuk komoditas jagung sudah ditetapkan Rp5.500 per kilogram diserap oleh Bulog,” kata dia.
Sebagai salah satu komoditas pangan, saat ini luasan lahan jagung di Kabupaten Kediri mencapai 56.000 hektare dengan total produksi mencapai 392.000 ton. Dari data tersebut, rata-rata setiap hektare lahan bisa menghasilkan 7 ton jagung.
Bupati juga mendorong agar petani makin semangat dalam mengolah tanaman pangan, sehingga nantinya dapat meningkatkan jumlah produksi tanaman pertanian.
Sementara itu, salah seorang petani asal Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Ahmad Rudianto mengatakan lahan di desanya bisa menghasilkan 9 ton jagung per hektare.
Ia mengatakan, salah satu kunci keberhasilan tingginya hasil panen tersebut adalah pengolahan tanah. Selain itu, pupuk organik juga masif diberikan sehingga tanah menjadi subur. Untuk komposisi pemupukan adalah 70 persen menggunakan pupuk organik.
“Kami banyak menggunakan organiknya, karena di daerah kami selain bertani warga juga berternak,” kata Ahmad yang juga hadir di lokasi tersebut. info/red

Berita Lainnya
Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Buka Beasiswa Berdaya Tahap 2
Pemkab Kediri Berkomitmen Perkuat Sinergi Investasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
PDI Perjuangan Surabaya Dorong Pembumian Marhaenisme di Era Digital