Tim mahasiswa 17 Agustus 1945 Surabaya memulai kegiatan dengan mengidentifikasi kebutuhan masing-masing UMKM, bukan langsung menawarkan solusi seragam. UMKM Sate Pak Heri, misalnya, sudah cukup dikenal di lingkungan sekitar lewat cita rasa satenya, namun belum memiliki spanduk maupun logo yang menegaskan identitas usahanya di lokasi berjualan.
Sementara itu, UMKM Pentol Kriwil menghadapi tantangan yang sedikit berbeda: produknya digemari pelanggan sekitar, tetapi promosinya masih sepenuhnya bergantung pada informasi dari mulut ke mulut tanpa kehadiran sama sekali di media sosial. Perbedaan kebutuhan ini menegaskan pentingnya proses identifikasi yang tidak seragam, sejalan dengan prinsip komunikasi partisipatif, di mana pelaku usaha diajak berdialog tentang apa yang sudah mereka miliki, apa yang menjadi kendala, dan apa yang mereka inginkan dari usahanya ke depan.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, mahasiswa membantu pembuatan logo dan banner untuk kedua UMKM sebagai bentuk intervensi branding sederhana, sekaligus memberikan pendampingan literasi digital mulai dari pembuatan akun bisnis di Instagram dan TikTok, teknik fotografi produk, hingga penulisan caption promosi. Pendampingan ini berfungsi sebagai jembatan difusi inovasi, di mana mahasiswa berperan sebagai change agent yang mempercepat proses adopsi teknologi oleh kedua UMKM yang sebelumnya.

1. UMKM Sate Ayam Pak Heri
Sate Ayam Pak Heri merupakan salah satu UMKM sektor kuliner yang menjadi sasaran program pendampingan kelompok kami. Usaha ini bergerak di bidang penjualan sate ayam dengan target pasar di dekat area kampus.
Pemasalahan yang di hadapi sebelum dilakukan pendampingan, UMKM ini belum memiliki identitas visual yang jelas (logo) maupun media promosi fisik (banner) sebagai sarana pengenalan usaha kepada calon konsumen. Selain itu, sistem pembayaran yang digunakan masih bersifat konvensional (tunai), sehingga belum mengakomodasi preferensi konsumen yang semakin beralih ke transaksi non-tunai.
Berdasarkan permasalahan tersebut, kelompok kami memberikan tiga bentuk intervensi:
a. Pembuatan logo merancang identitas visual usaha agar lebih mudah dikenali dan memiliki citra (branding) yang profesional.
b.Pembuatan banner menyediakan media promosi fisik yang dapat dipasang di lokasi usaha untuk meningkatkan visibilitas dan menarik perhatian calon pembeli.
c. Pendampingan pembayaran melalui QRIS memfasilitasi pembuatan dan penerapan sistem pembayaran digital QRIS agar UMKM dapat menerima transaksi non-tunai secara lebih praktis, aman, dan sesuai dengan tren digitalisasi pembayaran saat ini.
Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan profesionalisme usaha melalui penguatan branding, sekaligus mendorong adopsi sistem pembayaran digital sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas UMKM dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. Dengan adanya logo dan banner, diharapkan UMKM Sate Ayam Pak Heri memiliki citra usaha yang lebih kuat, sementara penerapan QRIS diharapkan dapat memperluas basis konsumen, khususnya dari kalangan yang mengandalkan transaksi cashless.

2. UMKM Pentol Kriwil Tetelan Gajih
Pentol Kriwil Tetelan Gajeh merupakan UMKM sektor kuliner yang menjadi salah satu sasaran program pendampingan kelompok kami. Usaha ini bergerak di bidang penjualan pentol dengan ciri khas tetelan gajih yang menjadi nilai jual utama produknya.
Permasalahan yang dihadapi sebelum dilakukan pendampingan, UMKM ini belum memiliki media promosi fisik yang representatif sebagai sarana pengenalan produk kepada calon konsumen. Ketidaktersediaan media promosi ini berdampak pada terbatasnya visibilitas usaha, terutama bagi konsumen yang melintas namun belum mengetahui keberadaan maupun keunggulan produk yang ditawarkan.
Bentuk pendampingan yang diberikan berdasarkan permasalahan tersebut, kelompok kami memberikan pendampingan berupa pembuatan banner, yaitu media promosi fisik yang dirancang untuk dipasang di lokasi usaha guna meningkatkan visibilitas serta menarik perhatian calon pembeli yang melintas di sekitar lokasi.
Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik usaha melalui penguatan media promosi fisik. Dengan adanya banner, diharapkan UMKM Pentol Kriwil Tetelan Gajeh dapat lebih mudah dikenali oleh calon konsumen, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah pembeli dan memperkuat eksistensi usaha di tengah persaingan kuliner sejenis.
Penulis: Andi Vincent, Wulan Anggraini , Revalina, dan Anita Bintang

Berita Lainnya
BRI Jemursari Surabaya Kolaborasi dengan Ditres PPA dan PPO Polda Jatim
Bandara Husein Sastranegara Akan Kembali Beroperasi Mulai 17 September 2026
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun Mulai 1 Juli 2026