
Surabaya – Beberapa saat yang lalu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kondisi geopolitik global yang memanas justru membawa dampak positif bagi petani sawit dan komoditas perkebunan Indonesia.
Salah satunya terlihat dari lonjakan harga crude palm oil (CPO) yang mendorong peningkatan pendapatan petani.
“Konflik, geopolitik memanas itu berkah buat Indonesia untuk pangan. Petani pesta. Kenapa? Harga CPO naik. Harga kakao bagus, harga kelapa naik. Itu yang dirasakan di lapangan,” kata Amran di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4) lalu.
Sementara itu Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Rudy Handiwidjaja mengatakan apa yang dikatakan oleh Mentan itu sangat tidak pro rakyat karena akibat Ekspor kelapa Indonesia keluar negeri sudah memicu dilema antara keuntungan devisa dan kelangkaan bahan baku domestik.
Sungguh sangat disayangkan pemerintah seringkali mengeluarkan statement dan kebijakan yang membuat produsen dalam negeri makin terpuruk dan hancur akibat terlalu fokus memenuhi kebutuhan ekspor. kebijakan yang lebih fokus pada ekspor tersebut sama sekali tidak berpihak pada indsutri dalam negeri.yang memakai kelapa bulat sebagai bahan baku.
Sungguh miris industri dalam negeri satu demi satu mati akibat tidak adanya bahan baku, jadi tidak perlu adanya perang di Timur Tengah sana kita sudah mati kok tegas Rudy. info/red

Berita Lainnya
BPS sebut Inflasi Jatim Juni 2026 Sebesar 0,30 Persen Akibat Bensin dan Tiket Pesawat
Dosen UK Petra Soroti Pajak Progresif di JHT, Usul Dialihkan ke SBN Tanpa Potongan Pajak
Kemendag Rangkul Eksportir Jatim Bidik Transaksi US$16,5 Miliar di Ajang Trade Expo Indonesia ke-41